- Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengadakan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini TBC bagi warga lansia di Aula Kelurahan Bakti Jaya pada 20 Agustus 2026.
- Program cek kesehatan gratis di Puskesmas Bakti Jaya menargetkan seratus peserta dengan menyediakan layanan rontgen thorax dan pemeriksaan gula darah.
- Sebanyak 40 penderita TBC di Kelurahan Bakti Jaya sembuh pada 2025 dan 35 pasien lainnya menjalani terapi pada 2026 berkat program tersebut.
SuaraBanten.id - Puluhan kasus tuberkulosis atau TBC di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil dideteksi sejak dini dieliminasi alias sembuh melalui program cek kesehatan gratis (CKG).
Program tersebut digalakkan Pemerintah Kota Tangsel sebagai intervensi memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan eliminisasi total TBC di 2030.
Terbaru, ada puluhan warga lanjut usia (lansia) mengantre mengikuti cek kesehatan gratis di Aula Kelurahan Bakti Jaya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Salah satu pelayanan kesehatannya yakni rontgen thorax untuk deteksi dini berbagai penyakit salah satunya TBC.
Kepala Puskesmas Bakti Jaya Sri Badriyani mengatakan, cek kesehatan gratis itu menargetkan 100 orang dengan fasilitas layanan cek gul darah hingga rontgen.
"Alhamdulillah hampir 100% hadir dan sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang ada, pendaftaran, pemeriksaan, dan sampai dengan melakukan ronsen," katanya
Sri menuturkan, sasaran utama dalam pemeriksaan kesehatan itu adalah lansia, tetapi tetap akan melayani anak muda yang datang untuk cek kesehatan.
Menurutnya, dalam CKG kali ini screening TBC sangat difokuskan sebagai upaya deteksi dini adanya potensi kasus baru TBC.
"Kalau memang ada yang positif (TBC-red), kita rujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan dahak dan lainnya," ungkap Sri.
Baca Juga: Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren
Dia berharap, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara mandiri meningkat dengan memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang disediakan pemerintah dan bisa diakses gratis.
"Jangan lupa tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat karena sangat mempengaruhi kualitas kesehatan serta mencegah terpaparnya penyakit, terutama TBC," paparnya.
Penanggungjawab Program Penanganan TBC Puskesmas Bakti Jaya Ns. Mawar Rohisdyna Pohan menerangkan, program CKG menjadi sarana efektif untuk deteksi dini TBC di masyarakat secara langsung. Ditambah dengan program Terapi Pencegahan TBC yang tengah digencarkan.
"Nah, itu bisa kita dapatkan data-data pasien tersebut dari CKG ini, soalnya kan TBC itu menular. Jadi memang pentingnya CKG untuk meminimalkan penularan dari TBC. TBC bisa sembuh asalkan diobati," tegasnya.
Mawar menungkapkan, pada 2025 di Kelurahan Bakti Jaya tercatat ada 40 penderita TBC yang sembuh usai rutin mengikuti CKG dan konsisten konsumsi obat. Sementara pada 2026 ini, terdapat 35 penderita TBC yang sedang dalam terapi menuju eliminasi.
"Jadi pengobatannya harus benar-benar serius. Kami lakukan pengontrolan per dua bulan cek dahak, per dua bulan pengobatan, kemudian per lima bulan pengobatan, sampai bulan terakhir. Bulan terakhir bisa di bulan ke-6, ke-9, atau ke-12," paparnya.
Berita Terkait
-
Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren
-
Mau Mutasi Kendaraan Luar Banten? Ada Diskon Pajak Hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
-
Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Banten Targetkan Bangun 18 SMA/SMK Baru hingga 2029
-
Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu
-
Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan
-
Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat
-
BRI Dekatkan Perbankan ke Pelosok, Ini Contoh BRILink Agen yang Jadi Ujung Tombak di Indragiri Hilir