- Pelajar perempuan tertabrak Commuter Line di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin sore, 10 Agustus 2026.
- Kecelakaan tragis tersebut menyebabkan keterlambatan jadwal perjalanan kereta api lintas Rangkasbitung dan memicu kepanikan penumpang.
- Korban berhasil dievakuasi oleh pihak berwenang sehingga jalur kereta api dapat kembali dilalui secara normal.
SuaraBanten.id - Insiden tragis terjadi di Stasiun Jurangmangu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (10/8/2026) sore. Seorang pelajar perempuan dilaporkan tertabrak Commuter Line KA 1742D relasi Tanah Abang–Parung Panjang sekitar pukul 16.50 WIB.
Peristiwa ini sempat memicu keterlambatan pada jadwal perjalanan Commuter Line di lintas Rangkasbitung.
Pihak KAI Commuter mengonfirmasi insiden tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi.
KAI menyebut korban sebagai penemper, yakni sebutan untuk pihak yang berada di jalur kereta hingga terjadi kontak fisik dengan kereta api.
"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung, sehubungan adanya salah seorang yang menemper KA 1742D Tanah Abang-Parung Panjang di Stasiun Jurangmangu," tulis KAI Commuter melalui akun Instagram resminya, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Senin (10/8/2026).
KAI Commuter menyampaikan korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Setelah proses evakuasi, perjalanan Commuter Line kembali melintas di Stasiun Jurangmangu.
Salah seorang penumpang, Aurel (32), mengaku melihat langsung kejadian tersebut. Menurutnya, insiden berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB.
“Iya bang, kejadiannya dari peron kereta di Stasiun Jurangmangu. Korbannya anak sekolah perempuan,” kata Aurel saat dihubungi melalui WhatsApp.
Ia mengatakan sejumlah penumpang, terutama perempuan yang berada di peron, sempat histeris setelah kejadian.
Baca Juga: Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
“Iya, kaget pas ada suara histeris. Aku kira kereta tertabrak,” ujarnya.
Belum diketahui secara pasti kronologi insiden tersebut. Identitas korban, kondisi korban, serta penyebab korban berada di jalur kereta juga belum disampaikan secara resmi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Berita Terkait
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan
-
Viral Video Pengakuan Pelajar Magang Dilecehkan di Greenotel Cilegon, Polisi Mulai Periksa Terlapor
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Banten Targetkan Bangun 18 SMA/SMK Baru hingga 2029
-
Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu
-
Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan
-
Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat
-
BRI Dekatkan Perbankan ke Pelosok, Ini Contoh BRILink Agen yang Jadi Ujung Tombak di Indragiri Hilir