- Seorang pelajar magang di Greenotel Cilegon melaporkan dugaan pelecehan seksual verbal oleh dua karyawan hotel ke Polres Cilegon.
- Laporan korban didampingi Komnas Perempuan Banten diterima pihak kepolisian pada Rabu, 8 April 2026, untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
- Penyidik Polres Cilegon kini sedang mengumpulkan bukti dan menjadwalkan pemanggilan dua terlapor untuk dimintai keterangan resmi terkait kasus.
SuaraBanten.id - Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang pelajar magang di Greenotel Cilegon kini resmi masuk meja penyidik kepolisian.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon telah mulai bergerak setelah menerima laporan dari korban yang berinisial Melati (nama samaran).
Insiden ini menyoroti kembali pentingnya perlindungan bagi pelajar yang sedang menjalani program magang.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, mengungkapkan bahwa korban datang melapor didampingi Komnas Perempuan Banten pada Rabu (8/4/2026).
Kehadiran Komnas Perempuan Banten menegaskan keseriusan kasus ini dan komitmen untuk mendukung korban.
"Laporan sudah kami terima, saat ini masih tahap penyelidikan,” katanya, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com.
Pihak kepolisian kini mendalami dugaan pelecehan verbal yang disebut terjadi selama masa magang korban di hotel tersebut.
Dalam laporannya, korban menyebut dua karyawan hotel sebagai terlapor. Keduanya diduga kerap melontarkan komentar bernuansa seksual terhadap korban di lingkungan kerja.
Kasus ini mencuat setelah video pengakuan korban berdurasi hampir empat menit viral di media sosial. Dalam video itu, korban mengungkap pengalaman pelecehan yang ia alami sekitar dua bulan lalu.
Baca Juga: Berani Bicara! Kasus Ayah Tiri di Serang Terbongkar Setelah Korban Melapor ke Ayah Kandung
Polisi menegaskan Unit PPA tengah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti awal.
“Untuk bukti masih kami dalami. Ini baru tahap awal, sifatnya verbal,” jelas Yoga.
Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua terlapor dalam waktu dekat.
“Keduanya segera kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Berani Bicara! Kasus Ayah Tiri di Serang Terbongkar Setelah Korban Melapor ke Ayah Kandung
-
Diserbu Pendatang Baru Pasca-Lebaran! Ini 8 Fakta Kunci Gelombang Migrasi ke Kabupaten Tangerang
-
Ratusan Warga DKI dan Jabar Serbu Domisili Baru di Kabupaten Tangerang, Apa Alasannya?
-
Viral! Guru Silat di Serang Dihajar Massa Usai Cabuli 5 Murid di Bawah Umur
-
ASN Banten Siap-siap! Bus Antar-Jemput Segera Hadir, Tinggal Tunggu Ketuk Palu Gubernur
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kewalahan Melayani Pembeli, Durian Khas Badui Jadi Prima Dona Panen Raya di Lebak
-
47 Warga Tangerang Kini Punya Rumah Lebih Layak Berkat Program Bebenah Kampung
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
BRI Group Ukir Enam Prestasi di Asias Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis