- PD FSP KEP SPSI Banten bersama Polda Banten menggelar sosialisasi literasi digital bagi buruh industri pada 31 Juli 2026.
- Kasus judol dan pinjol di Cilegon serta Tangerang menyebabkan buruh terlilit utang miliaran rupiah hingga berujung PHK perusahaan.
- Kegiatan edukasi ini bertujuan menjadikan para buruh sebagai agen literasi digital guna mencegah ancaman kejahatan siber.
SuaraBanten.id - Ancaman kejahatan siber berupa judi online atau judol hingga pinjaman online (Pinjol) mengintai buruh atau pekerja industri di Provinsi Banten. Jika terjerat, dampaknya tak main-main lantaran bisa membuat stabilitas finansial terganggu hingga berujung Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Melihat fenomena tersebut, Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI) Banten menggandeng Polda Banten menggelar sosialisasi dan edukasi literasi digital pada buruh.
Wakil Ketua PD FSP KEP SPSI Banten, Imam Baihaqi mengatakan, fenomena judol dan pinjol telah masuk ke lingkungan industri. Ia pun menyebut terdapat beberapa kasus tragis di wilayah Cilegon dan Tangerang, buruh terpaksa kehilangan mata pencaharian akibat judol dan pinjol.
"Di Cilegon itu sampai pinjamannya miliaran. Awalnya karena judi online menang, lalu modalnya ditambah. Karena terdesak, akhirnya lari ke pinjol," katanya saat ditemui di Kota Serang, Banten, Jumat 31 Juli 2026.
Lantaran terjerat judol dan pinjol, pekerja tersebut akhirnya di-PHK oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja karena pemberi pinjaman menelpon ke pihak perusahaan.
"Karena sering ditelpon sama si peminjam sampai datang ke pabrik. Karena mengganggu operational dan bukan tanggung jawab perusahaan, akhirnya pekerja tersebut di-PHK," papar Imam.
Selain itu, Imam juga menyoroti dampak psikologis dari kejaran utang membuat kinerja pekerja merosot drastis. Banyak buruh menjadi malas bekerja karena gaji yang diterima habis untuk membayar pinjol.
"Ada dua yang begitu, akhirnya kerjanya jadi males kalau banyak pinjaman, untuk bayar utang gaji habis, untuk anak istri enggak ada lagi," jelasnya.
Melalui edukasi tersebut, pengurus serikat diharapkan menjadi agen literasi digital yang membentengi anggota, keluarga, hingga lingkungan sekitar dari bahaya kejahatan digital.
Baca Juga: Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
Sementara itu, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Andi Setio Wibowo menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada para buruh pekerja terkait bahayanya kejahatan siber, judol hingga pinjol.
"Kita memberikan pemahaman kepada rekan-rekan serikat pekerja bahwa kejahatan siber semakin marak dan meningkat, banyak kejahatan siber mulai dari fishing kemudian akun palsu, pinjaman online ilegal, judi online ilegal, ataupun penyebaran hoax yang itu memang harus diantisipasi sebagai individu," jelasnya.
Andi berharap buruh di Banten menjadi agen literasi digital untuk keluarga, masyarakat, tetangga hingga teman-temannya, sebagai mitigasi awal agar tidak terlibat menjadi korban kejahatan siber.
Andi juga menegaskan bahwa kejahatan siber tidak memandang latar belakang. "Semua orang yang menggunakan HP dan media sosial adalah kelompok rentan," paparnya.
Di era kecanggihan teknologi dan penggunaan smartphone, buruh pabrik disebut sebagai salah satu kelompok yang sangat rentan menjadi target kejahatan siber, judol hingga pinjol.
Polda Banten mencatat berbagai bentuk kejahatan siber yang marak terjadi, mulai dari phishing, akun palsu, pencurian dan manipulasi data pribadi, pencemaran nama baik, hingga penipuan pinjol ilegal serta propaganda judol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano