- Baik Muhammad Ramadhan mengantar putri pertamanya masuk SDIT Nurul Hidayah Kota Serang pada Selasa, 14 Juli 2026.
- Meski telah bercerai, Baik tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh selama masa pengenalan lingkungan sekolah berlangsung di sekolah.
- Koordinasi komunikasi yang baik dengan mantan istri memudahkan pembagian tugas antar-jemput anak di tengah kesibukan jadwal kerja ASN.
SuaraBanten.id - Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 penuh cerita, termasuk untuk orang tua. Para ayah sangat antusias meski hanya sekadar mengantar anak masuk sekolah tanpa harus berebutan kursi karena pihak sekolah punya kebijakan dalam mengatur posisi duduk siswa.
Seperti disampaikan oleh Baik Muhammad Ramadhan (34). Menurutnya, mengantarkan anak perempuan satu-satunya ke sekolah dasar untuk pertama kali menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya.
Sebab kata Baik, dirinya merasakan suatu kebanggaan saat mengantarkan anaknya masuk sekolah dasar di SDIT Nurul Hidayah Kota Serang lantaran tetap bisa memposisikan sebagai ayah di tengah kondisi rumah tangga yang sudah bercerai sejak tahun 2025 silam.
"Ini pertama kali nganter anak masuk SD. Senang, ada suatu hal yang bikin bangga. Karena saya lahir dari keluarga broken home, saat itu pas saya masuk SD ga ngerasain diantar sama ayah. Terus ditambah kondisi saya sekarang juga sudah pisah sama istri. Jadi kayak bangga aja bisa ngasih hal layaknya para orang tua normal lain pada umumnya yang rumah tangganya masih utuh," kata Baik, Selasa (14/7/2026).
Diakui Baik, dirinya langsung membawa anaknya masuk ke dalam sekolah untuk memberikan dukungan agar buah hatinya bisa betah di lingkungan sekolah yang baru.
Bahkan, lanjut Baik, dirinya pun harus rela menunggu berjam-jam di lapangan sekolah sambil mengamati anaknya yang tengah mengikuti MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) di hari pertama masuk sekolah.
"Dan alhamdulillah bisa nemenin sampe dia pulang. Saya nungguin di lapangan. Jadi saya ikut masuk ke dalam dan anak-anak dikumpulin di mushola sama pihak sekolah karena masih dalam momen MPLS," ungkapnya.
"Dan alhamdulillah anaknya ga rewel, jadi pas masuk itu dia fokus dengan teman-teman baru dan kegiatan sekolahnya. Dan sebagai orang tua melihat itu cukup lega juga karena khawatir rewel," imbuh Baik.
Sebagai ASN di Rutan Kelas IIB Serang, Baik mengaku, dirinya saat ini harus membagi waktu agar bisa mengantar atau menjemput anaknya sekolah di tengah kondisi yang sudah tak tinggal satu rumah, termasuk rela untuk bangun pagi demi agar bisa mengantarkan anaknya ke sekolah.
Baca Juga: Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
"Anak kan ikut sama mantan istri, sudah pisah rumah kan sama saya. Ya paling saya harus bangun lebih awal, berangkat pagi jam 6 buat jemput dulu ke rumah mantan istri, terus nganterin ke sekolah. Dan dinikmati aja sih, karena kalau udah gede nanti belum tentu mau diantar jemput orang tuanya lagi," terang Baik.
Meski begitu, ia mengaku, komunikasi yang berjalan baik dengan mantan istri turut andil dalam membagi waktu antara kerjaannya yang kerap mengharuskan piket pagi, siang dan malam yang mengharuskan dirinya absen untuk mengantar atau menjemput anaknya.
"Karena kerjaan saya kadang piket pagi, kadang piket siang, kadang piket malam ya tinggal komunikasi sama mantan istri soal siapa yang harus nganter dan jemput anaknya. Ya kalau lagi libur sih diusahakan saya yang bakal nganter atau jemput. Tapi kalau masuk oagi ya mungkin pulangnya saya yang jemput, ya kalau masuk siang nanti saya yang nganter, gitu aja sih. Dan alhamdulillah komunikasi sih masih aman ga terkendala," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger
-
Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
-
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, BPBD Banten Garansi Kawasan Anyer dan Carita Aman Dikunjungi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang