Andi Ahmad S
Kamis, 02 Juli 2026 | 17:13 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • BNPB mempercepat pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang dengan membuka jalur khusus akses kendaraan ke titik api.
  • Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat guna memaksimalkan pengerahan sepuluh unit mobil pemadam serta helikopter water bombing.
  • Kebakaran yang melanda tujuh hektare area TPA tersebut kini mulai melandai meski sempat terkendala angin kencang.

SuaraBanten.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah taktis guna mempercepat pemadaman kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

BNPB kini mengoptimalkan operasi pemadaman darat dengan membuka jalur khusus atau "jalan terobos" menembus gunungan sampah.

Langkah ini diambil mengingat sulitnya akses bagi armada pemadam kebakaran untuk mencapai titik api yang berada di tengah dan area terdalam tumpukan sampah yang sangat luas.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa pembuatan jalan pintas ini merupakan prioritas utama dalam strategi pemadaman darat. Tanpa jalur ini, selang pemadam maupun kendaraan berat akan terhambat oleh medan sampah yang labil dan curam.

"Salah satu upaya krusial kami adalah pembuatan jalan terobos. Tujuannya agar nantinya kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk lebih dalam hingga mencapai titik api primer," ujar Brigjen TNI Djohan Darmawan.

Dia mengatakan bahwa kecepatan angin di TPA Jatiwaringin menjadi kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di lokasi tersebut.

"Kendalanya itu sebenarnya tinggal anginnya ini. Di lokasi ini sejak kemarin anginnya cukup kencang. Namun, saat ini sudah mulai melandai," kata Djohan Darmawan.

Untuk mempercepat proses pemadaman di jalur darat tersebut, kata dia, dilakukan upaya penambahan armada mobil pemadam kebakaran bersama dengan bantuan dari lintas sektor dengan menjadi sebanyak 10 unit.

Kemudian, lanjutnya, optimalisasi penyiraman air dari udara dengan menggunakan helikopter water bombing juga dilakukan agar kobaran api yang tidak terjangkau dapat dikendalikan.

Baca Juga: Kabut Asap TPA Jatiwaringin Sasar Pemukiman, 52 Warga Tangerang Dievakuasi

"Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPA Jatiwaringin," katanya.

Ia mengatakan, melalui operasi penyiraman air dari udara menggunakan helikopter pengebom air ini akan terus dimaksimalkan guna meminimkan kobaran api yang masih tersebar di puncak tumpukan sampah tersebut.

"Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai satu jam. Jadi karena baru digeser, kita maksimalkan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan bahwa sejak terjadinya kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin pada Selasa (30/6) lalu, hingga kini Kamis (2/7), pemerintah daerah terus mengoptimalkan pemadaman api.

Namun demikian, dibandingkan hari sebelumnya, kini situasi kebakaran terbilang mulai melandai. Bahkan, sebaran asap yang menyelimuti kawasan TPA juga dilaporkan sudah mulai menipis.

Di samping itu, pihaknya telah meningkatkan status penanggulangan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, dari siaga menjadi tanggap darurat guna mengoptimalkan upaya penanganan di lapangan.

Load More