- Akademisi Monash University mengungkapkan kehadiran AI menyebabkan penurunan trafik media di Indonesia sebesar 20 hingga 70 persen.
- Media besar lebih mudah melakukan mitigasi dibandingkan media kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya teknologi dan data.
- Survei menunjukkan masyarakat tetap menempatkan media massa mapan sebagai rujukan utama untuk memverifikasi kebenaran informasi yang kredibel.
SuaraBanten.id - Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau Generative AI mulai memberikan dampak nyata sekaligus mengkhawatirkan bagi industri media di Indonesia.
Penurunan jumlah kunjungan pembaca (trafik) dilaporkan merosot tajam, bahkan menimpa media-media dengan branding besar yang selama ini mendominasi pasar informasi.
Akademisi Monash University sekaligus Co-Director Monash Data and Democracy Research Hub, Ika Idris, mengungkapkan bahwa skala penurunan trafik tersebut bervariasi di angka 20 hingga 70 persen.
Dalam paparannya di acara Banten Media Hub di Kota Serang, Selasa (30/6/2026), Ika menjelaskan bahwa media besar menjadi pihak yang paling merasakan dampak negatif dari konten generatif AI. Namun, media besar memiliki keunggulan dalam hal sumber daya untuk melakukan mitigasi cepat.
“Penurunan trafik itu sekitar 20-70 persen. Yang cepat mengakali juga itu media besar, mungkin karena resources-nya besar. Media kecil berisiko lebih rentan karena mungkin tidak punya tim IT, tidak punya data, sehingga terlambat menyadari perubahan pola konsumsi informasi ini,” ujar Ika.
Ika menambahkan, media yang berfokus pada berita umum adalah sektor yang paling terdampak secara signifikan oleh kehadiran AI yang kini mampu merangkum informasi dalam sekejap.
Meski dihantam penurunan trafik, ada kabar baik bagi jurnalisme profesional. Berdasarkan riset terbaru Monash Data and Democracy Research Hub terhadap 2.000 sampel di 44 kota seluruh Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media berbasis news masih jauh lebih tinggi dibandingkan media sosial.
Hasil survei menunjukkan hierarki kepercayaan publik sebagai berikut:
- Well-Established Media (Media yang sudah mapan dan punya reputasi).
- Media Institusi Pemerintah (Khusus untuk informasi layanan publik).
- Public Broadcaster (Lembaga penyiaran publik).
- Influencer (Menempati posisi terendah).
“Influencer itu yang paling bawah sebenarnya. Menariknya, 50 persen responden menjawab netral terhadap influencer, antara mereka tidak tahu bagaimana bersikap atau mungkin malu-malu mengakui,” jelas Ika.
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Membara, Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Hanguskan 2 Hektare Lahan Sampah
Ika juga membeberkan temuan menarik terkait perilaku pembaca saat terjadi peristiwa politik besar, seperti protes Agustus 2025 lalu. Data menunjukkan bahwa masyarakat tetap menjadikan media mapan sebagai rujukan utama untuk memverifikasi kebenaran.
Sementara itu, media pemerintah mendapatkan respon sekitar 15 persen, namun lebih banyak digunakan sebagai kanal informasi teknis seperti kesehatan, pendidikan, dan lalu lintas.
"Ada korelasi kuat: semakin media itu kritis terhadap kebijakan pemerintah, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan publik ke media tersebut," tegasnya.
Berita Terkait
-
TPA Jatiwaringin Membara, Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Hanguskan 2 Hektare Lahan Sampah
-
Banten Media Hub 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Punya Unit Usaha
-
PAN Cilegon Pasang 8 Formatur di Tingkat DPC, Muscab Digelar Serentak
-
Anak Berbakat Terancam Gagal Kuliah, 60.000 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Mundur Massal?
-
Aktivitas Galian Tanah di Desa Nanggung Kopo Dipantau Ketat Polisi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun