- Sultan Banten ke-18 menyerukan masyarakat agar memperkokoh NKRI dan mewujudkan daerah bebas narkoba.
- Di Kota Serang, Sultan menegaskan bahwa Kesultanan Banten adalah pendukung berdirinya Republik Indonesia.
- Ia menyatakan kemerdekaan harus dimaknai sebagai kebebasan dari ancaman yang merusak moral generasi muda.
SuaraBanten.id - Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, menyerukan ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Banten untuk terus bersatu memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain menekankan pentingnya menjaga persatuan, ia juga mengajak masyarakat mewujudkan Banten sebagai daerah yang bersih dari ancaman narkoba demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Menanggapi berbagai isu dan kekhawatiran terkait arah posisi kesultanan, Sultan Hendra secara tegas membantah anggapan bahwa Kesultanan Banten berniat memisahkan diri dari NKRI.
Berbicara di Kota Serang, ia menegaskan bahwa kesultanan-kesultanan di Nusantara justru memegang peranan sejarah yang sangat penting dalam mendirikan dan menyokong berdirinya Republik Indonesia.
"Jangan ada anggapan bahwa Kesultanan Banten akan memisahkan diri dari NKRI. Tidak ada itu. Justru Kesultanan Banten bersama kesultanan lainnya adalah pendukung berdirinya NKRI. Kami sebagai pewarisnya tidak mungkin menyimpang dari hal tersebut," tegasnya.
Selain komitmen menjaga persatuan bangsa, Sultan juga menyoroti pentingnya membangun Banten yang berbudaya dan sejahtera, sejalan dengan nilai-nilai luhur Kesultanan Banten. Menurutnya, hal tersebut harus dilandasi dengan akhlakul karimah (akhlak yang mulia) guna mencegah perilaku yang menyimpang.
"Banten harus bersih, terutama bersih dari narkoba. Tapi yang paling utama adalah masyarakat yang berbudaya dan sejahtera. Berbudaya itu fondasi nya adalah adab. Kalau akhlak dan adab ini sudah dijalankan dengan baik, insya Allah kesejahteraan akan mengikuti," ujarnya.
Lebih lanjut, Sultan Hendra memaknai kemerdekaan saat ini bukan sekadar terbebas dari penjajahan fisik pada masa lampau, melainkan juga harus merdeka secara hakiki dari berbagai ancaman yang dapat merusak mental dan moral generasi muda.
"Kita berusaha menuju Indonesia yang betul-betul merdeka. Merdeka itu bukan hanya terbebas dari penjajah, tetapi juga bebas dari ancaman-ancaman berbahaya (seperti narkoba) yang dapat merusak masa depan generasi yang akan datang," tegasnya. [Antara].
Baca Juga: Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
Berita Terkait
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
8 Kesalahan Pengelolaan IT yang Sering Diabaikan Perusahaan
-
2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
-
Kota Serang Darurat Tenaga Pengajar, Puluhan SD dan SMP Kekurangan 300 Guru
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tepis Isu Memisahkan Diri, Sultan Banten ke-18 Tegaskan Komitmen Setia pada NKRI
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta