- Gubernur Banten, Andra Soni, meluncurkan program sekolah gratis bagi 10.000 siswa Madrasah Aliyah swasta pada Juni 2026.
- Kebijakan ini bertujuan memeratakan akses pendidikan berkualitas serta mengurangi beban ekonomi masyarakat agar menekan angka putus sekolah.
- Pemprov Banten bekerja sama dengan 801 sekolah swasta untuk mendukung program pendidikan gratis bagi 60.705 siswa di wilayahnya.
SuaraBanten.id - Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni terus memperluas akses pendidikan bagi warganya. Kabar gembira datang bagi para orang tua siswa tingkat menengah atas, tahun ini Pemprov Banten resmi meluncurkan program sekolah gratis bagi 10.000 siswa dan siswi Madrasah Aliyah (MA) swasta.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa hak mendapatkan pendidikan berkualitas tidak hanya terbatas pada sekolah negeri, tetapi juga merambah ke institusi keagamaan swasta demi mewujudkan pemerataan SDM di Tanah Jawara.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026).
Menurut Andra, program ini adalah solusi konkret untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka putus sekolah di tingkat pendidikan menengah.
"Kita tahun ini memprogramkan gratis untuk sekolah MA swasta sebanyak 10.000 siswa siswi itu. Ini komitmen kami untuk membuka akses pendidikan yang seluas-luasnya di Provinsi Banten," tegas Andra Soni, dilansir dari Antara.
Pemerintah Banten kini membuka akses pendidikan seluas-luasnya agar anak -anak mendapatkan pendidikan yang baik dan berkeadilan.
Ia menjelaskan pendidikan sebagai kebutuhan penting untuk kehidupan karena dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
Oleh karena itu, Pemprov Banten memprogramkan sekolah gratis agar tidak ada lagi anak-anak di daerah itu putus sekolah.
Saat ini, Pemprov Banten menjalin kerja sama dengan 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) untuk program sekolah gratis dengan sasaran penerima manfaat mencapai 60.705 siswa.
Baca Juga: Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
Ia mengatakan sekolah gratis sudah berjalan sejak 2025, sedangkan tahun ini menambah kuota 10.000 siswa dan siswi MA swasta.
"Kami berharap program sekolah gratis ini bisa dikawal dengan sebaik-baiknya," kata Andra Soni.
Menurut dia, pelaksanaan SPMB di Provinsi Banten secara umum berjalan baik, termasuk di SMAN 1 Rangkasbitung.
Ia meminta masyarakat melapor jika terjadi kecurangan-kecurangan dalam proses SPMB.
"Kita berharap pelaksanaan SPMB di Banten objektif, transparan, dan berkeadilan," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Rangkasbitung Heri Fasa mengatakan pelaksanaan SPMB di sekolah itu berjalan baik dan transparan mulai dari persyaratan domisili, wilayah, afirmasi, akademisi, dan non-akademisi.
Tag
Berita Terkait
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
-
Lawan Hoaks! Siswa MA Al-IAnah Cilegon Diminta Jadi Garda Terdepan di Media Sosial
-
SMA Al-Khairiyah 1 Cilegon Terima Bantuan Alat Marching Band
-
Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan
-
Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru
-
Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap
-
Pesta Nelayan Cituis Jadi Ruang Merawat Tradisi dan Kebersamaan Warga Pesisir Tangerang