- Masyarakat Baduy akan menggelar ritual Seba pada 23-26 April 2026 di Kabupaten Lebak, Pandeglang, hingga Kota Serang.
- Ritual ini bertujuan menyampaikan hasil bumi serta laporan kondisi alam kepada pemerintah daerah sebagai bentuk silaturahmi adat.
- Perayaan tahun ini lebih meriah karena melibatkan kesenian lintas budaya, pemutaran film, dan kehadiran diplomat dari sepuluh negara.
Ingin nostalgia suasana layar tancap zaman dulu? Kamu bisa merasakannya di Seba Baduy 2026! Permintaan unik dari warga Baduy ini juga dipenuhi.
"Terus ditanya pengen apa lagi?, katanya pengen nonton film Barry Prima, yasudah kita siapkan layar tancapnya. Pengen nonton wayang golek, kita juga siapkan wayang goleknya. Jadi itu sebenarnya bentuk kita memuliakan mereka," sambung Rohaendi.
Momen ini akan sangat spesial, apalagi bisa dinikmati bersama ribuan warga Baduy.
4. Dihadiri Diplomat dari 10 Negara: Momen Mengangkat Budaya Lokal ke Kancah Internasional!
Jangan kaget kalau kamu melihat banyak tamu istimewa dari luar negeri! Rohaendi menyebut, proses acara Seba Baduy tahun ini akan turut dihadiri oleh para diplomat dari 10 negara.
Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan tradisi adat dan budaya Banten yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam ke kancah internasional.
"Karena ada diplomat dari 10 negara yang akan hadir, maka apa yang disampaikan oleh warga Baduy dengan bahasa Sunda Buhun itu tersampaikan ke para diplomat, ya kita akan menerjemahkan," ujarnya.
5. Kesempatan Langka Menyaksikan Langsung Ribuan Warga Baduy (Luar & Dalam)
Seba adalah satu-satunya ritual orang Baduy yang bisa dilihat dan difoto oleh orang luar. "Pas ngalaksa ga boleh, kawalu ga boleh, suci ga boleh. Kalau Seba itu baru boleh, boleh difoto, boleh ditonton lah istilahnya gitu," terang Rohaendi.
Baca Juga: Seba Baduy 2026 Mendunia! Diplomat 10 Negara Siap Saksi Ritual Adat dan Budaya Banten
Rohaendi berharap masyarakat umum bisa ikut hadir melihat prosesi Seba Baduy secara langsung agar dapat lebih peduli terhadap budaya lokal serta menjadikannya sebagai kebanggaan dan wisata budaya daerah.
"Mudah-mudahan kalau masyarakat bisa datang, nanti itu bisa jadi tuntutan dan edukasi bagi masyarakat. Nanti kita sediakan tempat yang agak luas supaya bida nonton, nanti kita sediakan juga live streaming supaya acaranya tersampaikan kemana-mana," tandasnya.
Berita Terkait
-
Seba Baduy 2026 Mendunia! Diplomat 10 Negara Siap Saksi Ritual Adat dan Budaya Banten
-
'Saya Bukan Minta Uang', Anggota DPRD Lebak Semprot Kadis yang Cuek Saat Koordinasi
-
Pansus LKPj Bongkar Borok Pemkot Cilegon: Angka Pengangguran dan Kematian Ibu Melonjak
-
Bermasalah! 20 SPPG di Banten Kena Suspend, Terbanyak di Lebak dan Pandeglang
-
Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September