- Wakil Ketua Pansus LKPj, Rahmatulloh, mengkritik Pemkot Cilegon karena gagal mencapai target indikator makro pembangunan daerah tahun 2025.
- Kegagalan mencakup kenaikan angka pengangguran, peningkatan kematian ibu, penurunan kunjungan wisata, serta minimnya realisasi anggaran responsif gender.
- Wali Kota Cilegon, Robinsar, memerintahkan seluruh OPD segera menindaklanjuti catatan kritis Pansus secara konkret demi perbaikan kinerja pemerintah.
SuaraBanten.id - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Cilegon tahun 2025 terus menjadi sorotan dan menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Setelah sebelumnya publik menyoroti kejanggalan dalam penyusunan dokumen, kini kritik lebih dalam datang dari Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj, Rahmatulloh.
Ia secara blak-blakan membongkar persoalan pada Indikator Makro Pembangunan Daerah, yang dinilai gagal dicapai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam setahun terakhir.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon gagal mencapai sejumlah target penting dalam setahun terakhir.
Rahmatulloh membeberkan, Pemkot menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,08 persen, namun angka itu justru naik menjadi 7,41 persen.
Pemkot juga menargetkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 72 per 100.000 kelahiran hidup, tetapi realisasinya mencapai 98,76 persen dengan delapan kasus kematian.
Ia juga mengungkap kegagalan di sejumlah sektor lain. Target pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar 3,1 persen berubah menjadi minus 1,65 persen. Penanganan kawasan kumuh yang ditargetkan 11,26 persen tidak bergerak sama sekali alias 0 persen.
Anggaran Responsif Gender (ARG) hanya mencapai 2 persen dari target 5 persen. Sementara itu, penambahan nilai aset tetap hanya menyentuh 3,42 persen dari target 20 persen.
“Sejumlah indikator ini jelas menunjukkan kegagalan capaian,” katanya, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Bermasalah! 20 SPPG di Banten Kena Suspend, Terbanyak di Lebak dan Pandeglang
Meski begitu, Rahmatulloh mengakui Pemkot mencatat beberapa capaian positif. Pemkot berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menekan angka kemiskinan, menjaga pertumbuhan ekonomi, meratakan Gini Rasio, dan mengendalikan inflasi.
Namun, ia menilai, capaian tersebut bertolak belakang dengan kondisi riil. Rahmatulloh menyoroti turunnya investasi di tengah kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), lonjakan pengangguran, serta meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak inklusif. Pertumbuhan lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah, bukan investasi produktif yang menyerap tenaga kerja. Bahkan bisa jadi ada kekeliruan dalam perhitungan PDRB,” ungkapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Cilegon Robinsar menyatakan siap menerima seluruh masukan. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menindaklanjuti setiap catatan Pansus secara konkret.
“Saya tidak ingin ini hanya berhenti di atas kertas. OPD harus menindaklanjuti catatan dengan serius, bukan sekadar seremonial. Kalau perlu, tempelkan rekomendasi di kantor sebagai pengingat,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Bermasalah! 20 SPPG di Banten Kena Suspend, Terbanyak di Lebak dan Pandeglang
-
Tangis Haru Nenek 64 Tahun Pecah! Rumah Reyot 40 Tahun Dibedah Saat TMMD Kodim 0623 Cilegon
-
Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi
-
Modus Jual Beli Hukuman: Fakta Mengejutkan Jaksa Banten Peras Korban dengan Ancaman Penjara
-
Borok Oknum Jaksa Kejati Banten Terbongkar, Saksi Sebut Setor Rp30 Juta dalam Amplop di Ruang Kerja
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Pansus LKPj Bongkar Borok Pemkot Cilegon: Angka Pengangguran dan Kematian Ibu Melonjak
-
Tipu Jual Beli Tanah Rp1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara
-
Bermasalah! 20 SPPG di Banten Kena Suspend, Terbanyak di Lebak dan Pandeglang
-
Tangis Haru Nenek 64 Tahun Pecah! Rumah Reyot 40 Tahun Dibedah Saat TMMD Kodim 0623 Cilegon
-
Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi