- Plafon ruang rawat inap RSUD Berkah Pandeglang ambruk secara spontan saat hujan lebat terjadi pada hari kejadian.
- Insiden tersebut memicu kepanikan, namun seluruh pasien berhasil dievakuasi oleh tenaga medis tanpa mengalami korban jiwa.
- Pihak rumah sakit menyatakan plafon ambruk karena kondisi material bangunan yang sudah rapuh akibat termakan faktor usia.
SuaraBanten.id - Suasana ruang rawat inap yang semula tenang mendadak berubah mencekam. Plafon di salah satu ruangan RSUD Berkah Pandeglang tiba-tiba ambruk, membuat pasien dan keluarga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Peristiwa itu terjadi secara spontan saat kondisi sedang hujan. Tidak ada tanda-tanda yang disadari sebelumnya, hingga suara keras tiba-tiba terdengar dari atas ruangan.
“Iya, plafon ruangan pasien roboh. Untungnya tidak ada pasien yang tertimpa. Saat itu kondisi sedang hujan, kejadiannya berlangsung spontan,” ujar salah satu keluarga pasien.
Saat kejadian, pasien tengah menjalani perawatan seperti biasa. Namun dalam hitungan detik, situasi berubah drastis.
Material plafon jatuh ke dalam ruangan, memicu kepanikan. Pasien yang masih dalam kondisi lemah terpaksa berusaha keluar dari ruangan demi menyelamatkan diri.
Keluarga pasien dan tenaga medis pun bergerak cepat membantu evakuasi, memastikan tidak ada yang tertinggal di area berbahaya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Berkah Pandeglang, Sulaiman, membenarkan insiden tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ambruknya plafon diduga disebabkan kondisi material yang sudah rapuh.
“Iya, ada ruang rawat inap yang plafonnya sudah rapuh,” katanya.
Baca Juga: Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
Faktor usia bangunan disebut menjadi penyebab utama, terlebih saat hujan yang berpotensi memperparah kondisi struktur.
Meski kejadian tersebut sempat memicu kepanikan, pihak rumah sakit memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban, hanya sempat membuat pasien kaget. Namun, petugas langsung mengevakuasi pasien ke ruangan yang lebih aman,” jelas Sulaiman.
Langkah cepat tenaga medis menjadi kunci dalam mencegah dampak yang lebih serius.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perawatan dan pengawasan kondisi bangunan, terutama di fasilitas publik seperti rumah sakit.
Sebagai tempat pelayanan kesehatan, keamanan struktur bangunan menjadi hal yang sangat krusial, mengingat pasien yang dirawat berada dalam kondisi rentan.
Berita Terkait
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
-
6 Fakta Panas Sidang Perdana Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang: Kursi Pejabat Kosong Melompong
-
Ojek Pangkalan vs Penguasa: Gugatan Al Amin Terhadap Gubernur Banten dan Bupati Pandeglang Dimulai
-
Kronologi Lengkap Kasus Ojek di Pandeglang: Dari Kecelakaan Maut Jalan Rusak Hingga Gugatan
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Satu Tahun Ratu Zakiyah-Najib, Program Pendidikan dan Kesehatan Tuai Apresiasi Dewan
-
PAN Cilegon Siapkan Strategi Menang Pemilu 2029, Fokus Konsolidasi hingga Pendataan Relawan
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang