Budi Arista Romadhoni
Minggu, 05 April 2026 | 13:41 WIB
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung pada Sabtu (4/4/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Bupati Tangerang memastikan jemaat POUK Tesalonika dapat kembali beribadah dengan aman di aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga.
  • Pemerintah Kabupaten Tangerang menjamin keamanan serta menyediakan fasilitas pendukung ibadah bagi jemaat untuk meredam isu pelarangan.
  • Pemkab Tangerang berkomitmen mencari solusi permanen melalui kajian hukum bagi kebutuhan rumah ibadah jemaat POUK Tesalonika.

SuaraBanten.id - Ketegangan yang menyelimuti jemaat POUK (Persatuan Oikumene Umat Kristiani) Tesalonika, Teluknaga, akhirnya mereda. Bupati Tangerang, Moch. 

Maesyal Rasyid, turun langsung pada Sabtu (4/4/26) untuk memastikan para jemaat dapat kembali menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman. 

Kehadiran Bupati ini sekaligus menepis isu pelarangan ibadah yang sempat beredar dan meresahkan masyarakat.

Sebagai solusi cepat, pemerintah daerah telah menyiapkan kembali aula eks Kantor Kecamatan Teluknaga sebagai tempat ibadah sementara. Langkah ini merupakan respons langsung pemerintah atas kebutuhan mendesak jemaat untuk memiliki tempat beribadah yang layak pasca penertiban administratif pada gedung yang sebelumnya mereka gunakan.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak membeda-bedakan agama. Kami memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, nyaman, dan tenang. Kabupaten Tangerang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid saat berdialog langsung dengan perwakilan jemaat.

Didampingi oleh jajaran Forkopimda lengkap, termasuk Dandim Tigaraksa 05/10 dan Kapolres Metro Tangerang Kota, Bupati Maesyal Rasyid memberikan jaminan keamanan penuh. 

Ia menegaskan bahwa fasilitas di lokasi sementara akan ditingkatkan, mencakup penambahan toilet, pendingin ruangan (AC), kursi, dan sarana pendukung lainnya untuk kenyamanan jemaat.

“Kami pastikan keamanannya. Tidak akan ada gangguan dari pihak manapun. Jemaat dapat beribadah dengan tenang,” tegasnya, memberikan garansi yang disambut lega oleh para jemaat.

Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak hanya berhenti pada solusi sementara. Bupati Maesyal Rasyid berkomitmen untuk mencarikan solusi jangka panjang yang permanen dan sesuai dengan koridor hukum. Opsi untuk lokasi rumah ibadah permanen sedang dikaji secara serius.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Kapolsek Teluknaga Ikuti Ibadah Jumat Agung di POUK Tesalonika Teluknaga

“Kami akan upayakan solusi permanen, baik melalui lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) maupun alternatif lain seperti ruko di sekitar wilayah Teluknaga, sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dari pihak jemaat, Gembala Jemaat POUK Tesalonika, Pendeta Michael Siahaan, mengungkapkan rasa syukurnya atas respons cepat dan kepedulian pemerintah. 

Kehadiran langsung para pimpinan daerah dianggap sebagai jawaban atas doa dan harapan jemaat.

“Kami bersyukur atas kehadiran Bapak Bupati, Dandim, dan Kapolres yang mendengarkan kebutuhan kami. Ini menjadi jawaban atas kerinduan kami untuk dapat beribadah dengan layak dan tenang,” ungkap Pendeta Michael. 

Ia memastikan ibadah akan kembali dilaksanakan di lokasi yang telah difasilitasi dengan perasaan aman.

Di tengah situasi ini, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, Johannes Nurwahyudi, turut angkat bicara untuk meluruskan informasi simpang siur. Ia membantah keras adanya pelarangan ibadah Jumat Agung di Teluknaga dan menyebut isu tersebut provokatif.

Load More