- Stafsus Menteri Agama Gugun Gumilar mengimbau penyelesaian damai atas penyegelan Kantor Yayasan POUK Tesalonika di Kabupaten Tangerang, Jumat, 3 April 2026.
- Kemenag dan FKUB Kabupaten Tangerang diminta memfasilitasi dialog antara pihak gereja dengan masyarakat sekitar untuk meredam konflik penyegelan.
- Gugun Gumilar menegaskan posisi netral serta mendorong musyawarah kekeluargaan agar tercipta kerukunan dan kenyamanan bagi seluruh warga Kabupaten Tangerang.
SuaraBanten.id - Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Gugun Gumilar meminta polemik penyegelan Kantor Yayasan Persekutuan Oikouemene Umat Kristen (POUK) Tesalonika Teluknaga Kabupaten Tangerang diselesaiakan secara damai dengan cara 'ngopi.
Hal itu diungkapkan Gugun usai melihat langsung Kantor Yayasan POUK Teluknaga yang disegel oleh Satpol-PP Kabupaten Tangerang usai melaksanakan ibadah Jumat Agung, Jumat, 3 April 2026.
Gugun mengaku, dirinya sudah koordinasi dan meminta pihak Kantor Wilayah Kemanag Kabupaten Tangerang dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang untuk 'turun gunung' menyelesaikan polemik tersebut.
"Barusan saya telpon ketua FKUB, camat dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten, mereka respon bagus tinggal follow up, kita lihat nanti," katanya usai memberikan kurma ke pengurus yayasan dan gereja.
Gugun mengaku, bersahabat dengan Pendeta Gereja POUK Teluknaga Michel Siahaan. Tetapi, dirinya menegaskan, posisi dan kapasitasnya tidak berpihak hanya ke salah satu, tetapi berdiri di tengah untuk semua pihak.
"Saya berada di tengah-tengah, tidak ke kanan dan kekiri. Masyarakat tenang, gerejanya nyaman dan urusan negara kita sama-sama," ungkapnya.
Gugun menuturkan, tindakan penyegelan tempat yang digunakan ibadah jemaat POUK Tesalonika Teluknaga itu akibat kurangnya komunikasi melalui 'ngopi' bareng antara pihak gereja dengan masyarakat sekitar.
"Ngopi aja, nggak usah dibawa kemana-mana. Kita bangsa ini kan gemah ripah repeh loh jinawi, perlu dialog, musyawarah. Ini kan kita bangsa Indonesia, satu kabupaten, satu lembur, satu kampung, enggak usah libatkan siapa-siapa, enggak usah harus ada dipertentangkan. Kurang ngopi aja, antara masyarakat dengan pengurus gereja. Saya siap jadi fasilitator ngopinya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan POUK Tesalonika Teluknaga Oktavianto Marojahan Imannuel Pardede berharap, polemik di lingkungan tersebut dapat selesai dengan baik.
Baca Juga: Kumpul Lebaran Berujung Borgol, Mantan Karyawan Depot Air Minum Diciduk Polisi di Rumah Nenek
"Kami semua ingin semua baik. Masyarakat nyaman dan jemaat juga aman," ungkapnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Ukir Enam Prestasi di Asias Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Cetak Rekor MURI: BRI KKB National Expo 2026 Digelar Berbarengan di 131 Lokasi