Andi Ahmad S
Kamis, 21 Mei 2026 | 19:15 WIB
Ilustrasi Ibu Rumah Tangga di Serang Ditemukan Tewas Penuh Luka Memar
Baca 10 detik
  • Seorang ibu rumah tangga berinisial BB ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon kawasan Cipocok Jaya pada Senin (18/5/2026).
  • Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Senin (11/5/2026) hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi yang mencurigakan.
  • Kepolisian Resor Kota Serang tengah mendalami dugaan pembunuhan dengan menunggu hasil autopsi medis dari Rumah Sakit Bhayangkara.

SuaraBanten.id - Sebelum ditemukan meninggal dunia tergantung di sebuah pohon di kebun milik warga di Kampung Pakel Mesjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Senin (18/5/2026) sore. Korban dilaporkan sudah hilang sejak dari rumah sejak Senin (11/5/2026) lalu.

Terungkap, korban merupakan seorang perempuan berinisial BB (41), warga Kampung Pakel Mesjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Diketahui, korban merupakan seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak.

Salah seorang pihak keluarga, Andri mengaku, korban merupakan salah satu anggota keluarganya yang tengah dicari lantaran sudah hilang kabar selama sepekan sebelum ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon dengan tubuh dipenuhi cairan berwarna hitam pekat.

"Iya udah hilang kabar dari Minggu lalu," kata Andri, Selasa (19/5/2026).

Andri menduga, kematian korban merupakan kasus pembunuhan karena ada sejumlah luka memar di bagian tubuhnya, meski saat ditemukan dalam posisi leher terikat tali dan tergantung ke dahan sebuah pohon.

"Ada memar di bagian tubuh. Keluarga curiga korban ini dibunuh," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Serang Kota Kompol Alfano Ramadhan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman atas penyebab kematian korban, termasuk adanya kemungkinan tindak pidana pembunuhan.

Namun, Alfano mengaku, pihaknya belum bisa memastikan adanya unsur pembunuhan pada kematian korban lantaran masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten.

"Masih kami lakukan pendalaman (adanya dugaan pembunuhan). Korban juga sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi, kita tunggu hasilnya keluar," tandas Alfano.

Baca Juga: Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More