- Jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Tangerang, menghadapi persekusi dan kesulitan beribadah saat peringatan Jumat Agung pada 3 April 2026.
- Satpol-PP Kabupaten Tangerang menyegel rumah doa jemaat tersebut setelah ibadah selesai akibat adanya desakan serta tuntutan warga sekitar.
- Penyegelan dilakukan karena bangunan belum memiliki izin resmi, sementara pihak yayasan mengaku terkendala birokrasi pengurusan izin selama tiga tahun.
SuaraBanten.id - Kebebasan beribadah dengan aman dan nyaman yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 belum dirasakan umat kristiani di Teluknaga Kabupaten Tangerang. Setiap tahun, gejolak muncul ketika akan melaksanakan ibadah peringatan hari-hari besar.
Terbaru, saat peringatan Ibadah Jumat Agung pada Jumat, 3 April 2026 lalu. Jemaat Persekutuan Ouikemene Umat Kristen (POUK) Tesalonika Teluknaga Kabupaten Tangerang menjalankan ibadah dengan gelisah dan was-was.
Bahkan, kantor yayasan yang sekaligus dijadikan rumah doa kini disegel oleh Satpol-PP Kabupaten Tangerang usai pelaksanaan ibadah. Pengurus yayasan dan gereja Jemaat POUK Tesalonika tak berdaya, memasrahkan rumah doanya disegel.
Gembala kudus Gereja POUK Tesalonika Teluknaga Pendeta Michael Soloan Siahaan bahkan menangis, saat mengingat peristiwa yang disebutnya sebagai persekusi pada 30 Maret 2024.
Persitiwa itu viral dan heboh di dunia maya, traumatik mendalam masih membekas hingga saat ini.
“Bagi saya, kesetaraan itu harusnya dijamin, bahwa setiap warga negara berhak beribadah,” katanya sambil menyeka air mata yang mengalir mengingat traumatik sebelum memulai ibadah Jumat Agung.
Masih sambil menyeka air mata, Michael cerita, kegelisahan masih dirasakan jemaat kristen batak saat akan melangsungkan ibadah-ibadah hari besar, hingga saat ini.
Gejolak dari lingkungan masyarakat, kata Micahel, sudah dialami sejak 2008, kemudian 2024 paling parah dan 2025. Pada 2026 ini, gejolak masih terjadi.
Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung hampir batal dilaksanakan di rumah doa, karena Pemerintah Kecamatan Teluknaga justru merekomendasikan tempat bekas Aula Kecamatan yang berhadapan persis dengan Masjid Agung-Al Marwah.
Baca Juga: Duh! Usai Ibadah Jumat Agung, Kantor Yayasan Tesalonika Teluknaga Disegel Satpol-PP
Tetapi, pengurus yayasan dan panitia pelaksanaan ibadah jemaat POUK Tesalonika bersikukuh melaksanakan di kantor yayasan sekaligus rumah doa, dengan berbagai pertimbangan, kenyamanan dan kenyamanan.
“Kita berdialog, kita membutuhkan tempat yang aksesnya baik. Secara khusus, kita punya jemaat ada yang disabilitas, ada jemaat lansia yang membutuhkan ke kamar mandi itu dekat. Sehingga pilihan kita tiada lain rumah doa kita. Sehingga dalam dialog kemarin kebutuhan kita dipenuhi oleh pemerintah," katanya sebelum ibadah agung.
Selain itu, Michael juga tak ingin mengganggu pelaksanaan ibadah Jumat Agung mengganggu pelaksanaan Shalat Jumat yang dilaksanakan umat muslim di masjid yang dekat dengan tempat yag difasilitasi pemerintah.
"Jadi kami memang tidak mau mengganggu ke khusyukan umat muslim beribadah. Sehingga kami juga meminta kami untuk kami beribadahnya di rumah doa," ungkapnya.
Traumatik itu masih sangat amat kental dirasakan Micahel dan jemaat POUK Teluknaga Kabupaten Tangerang saat melaksanakan ibadah Jumat Agung.
Dibandingkan antusias, rasa gelisah justru terasa dominan menyelimuti para jemaat kristen Batak yang hendak melaksanakan ibadah Jumat Agung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Pelabuhan di Cilegon Mulai Digitalisasi Monitoring Truk Demi Efisiensi
-
Raih 11 Medali di POPDA Banten, Taekwondo Cilegon Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov 2026
-
Mantri BRI Jadi Garda Terdepan Layanan Keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA
-
BRI Terus Kuatkan Kepercayaan Publik dan Lindungi Kepentingan Nasabah