- Jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Tangerang, menghadapi persekusi dan kesulitan beribadah saat peringatan Jumat Agung pada 3 April 2026.
- Satpol-PP Kabupaten Tangerang menyegel rumah doa jemaat tersebut setelah ibadah selesai akibat adanya desakan serta tuntutan warga sekitar.
- Penyegelan dilakukan karena bangunan belum memiliki izin resmi, sementara pihak yayasan mengaku terkendala birokrasi pengurusan izin selama tiga tahun.
Gerbang setinggi 1,5 meter rumah doa dibiarkan tertutup rapat dan sesekali dibuka hanya ketika ada jemaat yang hendak masuk, kemudian tutup lagi, rapat. Sejumlah aparat tampak berjaga di luar gerbang rumah doa.
Total, ada sekira 54 jemaat yang mengikuti ibadah, termasuk Kepala Polsek Teluknaga Iptu Kevin Hotlando dengan seragam polisinya. Jemaat lain terlihat didominasi dengan pakaian serba hitam.
Ibadah berlangsung khidmat, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Meski begitu, puluhan aparat lalu lalang, bergantian duduk di depan rumah doa, berfoto untuk laporan. Di luar, area rumah doa, masih banyak lagi aparat yang bersiaga.
Lantunan doa mulai bergema di dalam rumah doa berukuran sekira 5 x 10 meter lebih itu. Tak ada bising suara keluar, karena panitia sudah memasang peredam suara, meski seadanya.
Lokasi rumah doa tampak berada di pojokan Perumahan Mutiara Garuda. Tak ada masjid dan tempat ibadah lainnya di samping kanan-kiri. Lokasinya tak mudah diketahui, bahkan tak ada di Google Maps.
Dalam setiap ibadahnya, Michael menenagkan jemaatnya, bahwa pemerintah dan aparat sudah memfasilitasi pengamanan.
“Pada prinsipnya, bahwa pemerintah yang sudah dipilih oleh Tuhan ini adalah penjaga-penjaga yang baik bagi umat kristen. Sehingga kita katakan, ibadah yang tenang di dalam,” katanya meyakinkan.
Ketidakadilan, kata Michael, akan terus dirasakan oleh Jemaat Tesalonika hingga har-hari bahkan tahun-tahun ke depan jika Pemerintah Kabupaten Tangerang tak hadir dan memberikan kepastian serta jaminan keamanan. Salah satunya fasilitas tempat ibadah yang tetap, permanen dan berizin yang difasilitasi Pemkab Tangerang sebagai perwakilan negara.
“Sampai hari ini, setiap menjelang Kamis Putih, Jumat Agung atau ibadah yang lain memang rasa traumatik ada. Bagaimanapun peristiwa itu begitu menyakitkan, menyedihkan bagi kami, tapi apa daya. Kesedihan yang kami alami harus kami obati sendiri perlahan,” pasrahnya.
Baca Juga: Duh! Usai Ibadah Jumat Agung, Kantor Yayasan Tesalonika Teluknaga Disegel Satpol-PP
Suara Jemaat Gen Z: Trauma Itu Harus Kita Lawan
Gabriella Yosiana menjadi salah satu jemaat Gen Z yang mengaku, khawatir dan masih trauma terhadap gejolak di lingkungan masyarakat ketika akan melaksanakan ibadah hari raya besar, salah satunya Ibadah Jumat Agung.
“Itu saya rasakan juga, tapi karena sudah kewajiban, sebagai umat kristiani harus melawan rasa takut itu. Karena kan tujuannya ibadah kepada tuhan, bukan macem-macem,” ungkapnya.
Sebagai ketua komisi pemuda Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga, Gebi, sapaan akrabnya, heran masih terdapat gejolak terkait pelaksanaan ibadah serta tempat yang digunakan untuk ibadah.
Menurutnya, di zaman saat ini dan di wilayah yang berbatasan dengan Jakarta yang pernah menjadi Ibu Kota Indonesia itu, masih ada penolakan terhadap tempat ibadah umat beragama.
Padahal, teman-temannya sesama kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman meski ibadah di tempat yang ada di Kabupaten Tangerang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Bara Api Mengubur di Dalam Sampah, BNPB Paksa Satgas Damkar Lembur Hingga Jam 10 Malam
-
Waspada Polisi Gadungan! Kapolres Tangerang Ingatkan Warga Berhak Minta Surat Tugas
-
Pelabuhan di Cilegon Mulai Digitalisasi Monitoring Truk Demi Efisiensi
-
Raih 11 Medali di POPDA Banten, Taekwondo Cilegon Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov 2026
-
Mantri BRI Jadi Garda Terdepan Layanan Keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan