- KLH mengerahkan drone thermal di TPA Jatiwaringin, Tangerang, guna memetakan titik api tersembunyi sejak Sabtu, 4 Juli 2026.
- Teknologi drone digunakan untuk mempercepat pemadaman api bawah permukaan sampah sekaligus menjaga keselamatan petugas di lapangan.
- Tim gabungan mengombinasikan metode suntik air dan water bombing helikopter untuk mengendalikan 40 persen area kebakaran tersebut.
SuaraBanten.id - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengambil langkah inovatif dalam menangani kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Pemerintah resmi berencana mengerahkan teknologi Drone Thermal guna memetakan sebaran titik api yang berada di lapisan bawah gunungan sampah.
Langkah ini diambil guna mempercepat proses pemadaman yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026), sekaligus menjaga keselamatan petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjelaskan bahwa tantangan utama kebakaran TPA adalah "api dalam sekam" yang tidak terlihat secara visual dari permukaan.
Penggunaan kamera pemindai panas (thermal) pada pesawat nirawak (drone) dinilai sebagai solusi paling efektif.
"Kami sudah meminta tim Gakkum untuk segera berkoordinasi dengan otoritas bandara dan TNI AU. Tujuannya agar pemantauan dan analisa melalui drone thermal dapat dilakukan secara berkala tanpa mengganggu jalur penerbangan," ujar Wamen Diaz usai meninjau lokasi di TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, hal itu terobosan dalam mengatasi kebakaran di TPA Jatiwaringin yang sudah berlangsung selama lima hari, dimana penanganan kebakaran dilakukan tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLH, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pemda.
Terdapat titik-titik api yang sulit terdeteksi karena keberadaan api dari gas metan berada di bawah tumpukan gunungan sampah yang cukup dalam.
"Jadi ada beberapa tantangan tadi yang kita bicarakan dan kita dorong untuk penyelesaiannya melalui skema ini," kata Wamen Diaz.
Baca Juga: Warga Tangsel Menjerit! Proyek Galian di Pondok Aren Mangkrak Seminggu, Puing Tutup Akses Jalan
Untuk mendukung pelacakan titik api, pihaknya tengah berkoordinasi dengan bandara dan TNI AU sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengeluarkan izin terbang drone, agar proses pemadaman melalui jalur udara yang dilakukan helikopter water bombing air tidak terganggu.
"Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu," ujarnya.
Menurut dia, karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin mirip kebakaran lahan gambut. Di atas terlihat sudah padam, tetapi bagian bawah masih ada api. "Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH-4, bisa ada potensi ledakan," ungkap Wamen Diaz.
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penerapan metode inject atau menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran TPA Jatiwaringin,
Menurutnya, penerapan metode inject dinilai efektif dalam percepatan penanganan kebakaran di TPA teraebut.
"Tetapi yang tidak kalah penting, yaitu apa yang dilakukan oleh Manggala Agni. Kami berterima kasih juga dengan Kementerian Kehutanan yang telah membantu kami dalam memadamkan api ini," tuturnya.
Berita Terkait
-
Warga Tangsel Menjerit! Proyek Galian di Pondok Aren Mangkrak Seminggu, Puing Tutup Akses Jalan
-
Kalah dengan Angin Kencang, Intip Perjuangan Damkar Jinakkan Kebakaran Titik Api di TPA Jatiwaringin
-
Kabut Asap TPA Jatiwaringin Sasar Pemukiman, 52 Warga Tangerang Dievakuasi
-
TPA Jatiwaringin Mauk Terbakar 15 Hektare, Kabupaten Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat
-
Chandra Asri Dorong Media Lokal Punya Bisnis Berkelanjutan
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan
-
Ratusan Ribu Warga Banten Terpapar Influenza A, Dinkes: Penularan Cepat
-
BRI Dekatkan Perbankan ke Pelosok, Ini Contoh BRILink Agen yang Jadi Ujung Tombak di Indragiri Hilir
-
Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar di Pemkab Tangerang Dilaporkan ke Kejari
-
BRI-KPK Perkuat Budaya Antikorupsi lewat PELOPOR 2026