Andi Ahmad S
Selasa, 31 Maret 2026 | 22:48 WIB
Keluarga Besar Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, Bupati Lebak periode 2025–2030 [Foto Instagram @ hasbijayabaya]
Baca 10 detik
  • Bupati Lebak periode 2025–2030, Hasbi Jayabaya, cekcok terbuka dengan Wabup Amir Hamzah pada 30 Maret 2026.
  • Hasbi mengkritik keras wakilnya terkait dugaan pelanggaran UU ASN dan menyinggung status mantan narapidana Amir.
  • Hasbi merupakan anggota dinasti politik berpengaruh Banten, memenangkan Pilkada Lebak 2024 bersama Amir Hamzah.

SuaraBanten.id - Nama Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, Bupati Lebak periode 2025–2030, mendadak menjadi perbincangan hangat publik setelah insiden cekcok terbuka dengan Wakil Bupati Amir Hamzah di acara halal bihalal Pemkab Lebak, Senin (30/3/2026).

Bupati yang merupakan pewaris dinasti politik berpengaruh di Banten ini, secara blak-blakan mengkritik wakilnya dengan menyinggung pelanggaran Undang-Undang ASN dan bahkan statusnya sebagai mantan narapidana.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (30/3/2026) ini tak hanya menyoroti ketegangan di pucuk pimpinan daerah, tetapi juga kembali mengangkat profil Hasbi Jayabaya, figur muda yang kini memimpin salah satu kabupaten di Banten.

Hasbi lahir di Lebak pada 10 Oktober 1984, yang berarti kini ia berusia 41 tahun. Ia berasal dari salah satu dinasti politik paling berpengaruh di Banten, yaitu keluarga Jayabaya.

Pengaruh politik keluarganya sudah terukir jauh sebelum dirinya menjabat, berikut profil Hasbi Asyidiki Jayabaya dilansir dari berbagai sumber:

Ayahnya, Mulyadi Jayabaya (JB), adalah mantan Bupati Lebak selama dua periode, dari tahun 2003 hingga 2013.

Kakaknya, Iti Octavia Jayabaya, juga pernah menjabat sebagai Bupati Lebak selama dua periode berturut-turut, dari tahun 2013 hingga 2023.

Keluarga Jayabaya bersama keluarga Ratu Atut Chosiyah dan Keluarga Dimyati Kusuma, merupakan salah satu dinasti politik besar yang membentuk lanskap politik Provinsi Banten.

Latar belakang keluarga ini secara otomatis menempatkan Hasbi dalam jalur politik yang strategis sejak awal.

Baca Juga: Pasca Perang Dingin di Halal Bihalal, Bupati Lebak Mendadak Temui Gubernur Banten

Perjalanan pendidikan Hasbi dimulai dari SDN Kejaksaan (1990–1996), dilanjutkan ke SMPN 4 (1996–1999), dan SMAN 1 Lebak (1999–2002). Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) Hukum di Universitas Bung Karno.

Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia politik, Hasbi memiliki pengalaman di sektor bisnis sebagai Direktur PT Giri Jaya Putra, sebuah perusahaan penyedia barang konstruksi yang menjadi rekanan pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur.

Ilustrasi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Vs Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah [ChatGPT]

Selain itu, ia juga aktif di dunia olahraga dengan menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lebak periode 2010–2014.

Hasbi memulai karier politiknya di kancah nasional sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019, mewakili Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari Daerah Pemilihan Banten I (Lebak dan Pandeglang).

Di Senayan, ia duduk di Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan, berhasil meraih 51.059 suara.

Puncaknya, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak 2024, Hasbi maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Amir Hamzah, yang kebetulan adalah mantan Wakil Bupati Lebak periode 2008–2013.

Load More