- Pemkot Tangerang Selatan tetap melanjutkan proyek PSEL di TPA Cipeucang bersama vendor pemenang lelang meski ada aturan baru.
- Proses pembangunan proyek ditargetkan mulai akhir tahun 2026 setelah penyelesaian pembebasan lahan warga di area TPA Cipeucang.
- Pihak pemkot kini fokus menata gunungan sampah serta memastikan operasional TPS3R berjalan optimal pasca penutupan TPA Cipeucang.
SuaraBanten.id - Setahun yang lalu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimistis gembar-gembor persiapan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Bahkan, mereka sudah mengumumkan pemenang lelang vendor perusahaan penggarap mega proyek pengolahan sampah itu pada 15 Mei 2025.
Saat itu, diumumkan pemenang lelang PSEL di Kota Tangsel adalah Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) melalui anak usahanya PT Indoplas Energi Hijau sebagai investor besar dan menggandeng mitra teknologi China Tianying Inc (CNTY) sebagai pemasong teknologi sampah canggih.
Mereka akan menjalankan bisnis pengolahan sampah menggunakan perusahaan konsorsium.
Dasar dari pelaksanaan lelang untuk pembangunan PSEL itu mengacu pada Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Tetapi, mega proyek pengolahan sampah itu urung terlaksana setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.
Perpres ini, mencabut perpres sebelumnya dan seluruh proyek PSEL harus berada di bawang naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Setelah peraturan ini muncul, nasib PSEL di Kota Tangsel tak tentu dan terkatung-katung.
Terbaru, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menjelaskan, proyek PSEL di Kota Tangsel akan terus berlanjut dengan vendor pemenang lelang yang telah dilaksanakan.
Hal itu kata Pilar, berdasarkan klausul ketentuan peralihan pada Pasal 31 Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2025 yang menyebutkan bahwa, penyelenggaraan PSEL yang telah dilaksanakan sebelum berlakunya Peraturan Presiden ini mengikuti Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2018.
Baca Juga: Benyamin Davnie Keluarkan Jurus 'Rayuan Maut' ke Pemkab Bogor, Untuk Solusi Atasi Sampah
Saat ini, kata Pilar, pihaknya tengah berprogres untuk melanjutkan pembebasan lahan PSEL yang akan dibangun di area TPA Cipeucang.
“Penganggaran sudah, tinggal melanjutkan pembebasan lahan, saat ini proses untuk penetapan lokasi,” kata Pilar di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Rabu, 13 Mei 2026.
Pilar menuturkan, pembangunan PSEL di TPA Cipeucang itu ditargetkan akan dimulai akhir tahun 2026 ketika progres pembebasan sudah selesai. “Mudah-mudahan di akhir tahun sudah groundbreaking,” tuturnya.
Meski begitu, Pilar tak menampik, saat ini masih adanya penolakan dari sejumlah warga di area TPA Cipeucang yang masuk dalam area perencanaan pembebasan lahan untuk PSEL.
“Kalau ada (penolakan-red), nanti kan ada prosesnya, bisa dengan titip pembelian di pengadilan, karena besarannya per meter per seginya ditetapkan oleh konsultan independen. Mengikuti harga pasaran, bukan harga dasar tanah,” paparnya.
Keponakan mantan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany itu juga memastikan, harga pembelian untuk lahan PSEL di Cipeucang itu lebih besar dibandingan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di wilayah sekitar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
TV Changhong 32 Inch Garansi Resmi Menjadi Pilihan Terbaik
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan