Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33 WIB
Aktivitas dan Kondisi terkini di TPA Cipeucang Kota Tangsel usai tak beroperasi dan ditutup sejak akhir 2025.[Suara.com/Wivy Hikmatullah]
Baca 10 detik
  • Pemkot Tangerang Selatan tetap melanjutkan proyek PSEL di TPA Cipeucang bersama vendor pemenang lelang meski ada aturan baru.
  • Proses pembangunan proyek ditargetkan mulai akhir tahun 2026 setelah penyelesaian pembebasan lahan warga di area TPA Cipeucang.
  • Pihak pemkot kini fokus menata gunungan sampah serta memastikan operasional TPS3R berjalan optimal pasca penutupan TPA Cipeucang.

“Tinggal sekarang bagaimana masyarakat mendukung program Pemkot Tangsel. Ini kan demi kepentingan masyarakat 5 juta orang. Kami berharap masyarakat di wilayah Cipeucang bantu kami bantu masyarakat Tangsel untuk mendapatkan akses pengelolaan sampah yang layak,” bebernya.

Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel lebih membangun PSEL mandiri dibandingkan PSEL Aglomerasi di Tangerang Raya. Menurutnya, pihaknya khawatir akan muncul masalah baru jika tetap memaksakan ikut ke dalam PSEL aglomerasi Tangerang Raya.

Mulai dari sarana prasarana yang memadai, hingga masalah sosial yang akan muncul seiring dengan pengangkutan sampah dari Tangsel ke Tangerang.

“Kalau aglomerasi memang bukan hanya Tangsel ya, kekhawatiran di beberapa daerah. Misal mesinnya siap, tapi akses jalannya tidak siap atau antriannya dengan dua atau tiga kota khawatirnya tidak siap. Karena Tangsel lebih banyak truknya juga pasti masuk banyak jadi kami rasa itu harus masuk ke cipeucang. Itu keputusan wali kota dan kami Pemkot Tangsel,” ungkapnya.

Kondisi TPA Cipeucang Terkini

Aktivitas dan Kondisi terkini di TPA Cipeucang Kota Tangsel usai tak beroperasi dan ditutup sejak akhir 2025.[Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Persiapan PSEL di Kota Tangsel juga dilakukan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, sejak ditutup pada akhir 2025 lalu, hingga saat ini TPA belum beroperasi. 

Kini, aktivitas di TPA Cipeucang hanya terdapat alat berat untuk menata gunungan sampah dan sejumlah pemulung yang mengais rejeki dari tumpukan sampah.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) TPA Cipeucang Kota Tangsel Desna Gera Andika mengatkan, saat ini TPA Cipeucang masih ditutup dan tidak menerima untuk pembuangan sampah. Dia mengklaim, kondisi di TPA relatif kondusif.

“Terkait keluhan bau sampah juga sudah tidak ada karena kita lakukan penyemprotan cairan N1 Level 1 bantuan daru Kementerian Pertanian (Kementan),” kata Desna, Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: Benyamin Davnie Keluarkan Jurus 'Rayuan Maut' ke Pemkab Bogor, Untuk Solusi Atasi Sampah

Desna menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penataan sampah dengan metode terasering untuk persiapan lahan dan penutupan permanen di landfil 3.

“Kalau soal timbulan sampah yang menggunung di TPA diperkirakan jika menggunakan perhitungan ketinggian dikali diameter dikali kubikasi diperkiran mencapai 680.000 sampai 700.000 ton yang ada di TPA Cipeucang,” tuturnya. 

Sedangkan timbulan sampah harian, kata Desna, timbulan sampah baru di Kota Tangsel saat ini tercatat sekira 200-250 ton perhari yang diangkut dari tempat pengolahan sampah reduse, reuse recycle (TPS3R).

“Kitalagi berusaha tingkatkan dengan melakukan pengosongan di TPS3R yang pada masa darurat beberapa bulan kemarin kita lakukan transit di TPS3R. Saat ini hampir seluruh TPS3R di Kota Tangsel sudah kosong dari tumpukan sampah,” pungkasnya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Load More