Andi Ahmad S
Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:23 WIB
Ilustrasi sampah di Tangerang Banten [Ist]
Baca 10 detik
  • Kabupaten Tangerang menghasilkan estimasi 2.700 ton sampah harian, dihitung berdasarkan 0,7 kg per penduduk per hari.
  • DLHK Kabupaten Tangerang hanya mampu mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah dari total produksi harian tersebut.
  • Pemerintah menyiagakan 1.000 petugas kebersihan dan 300 armada pengangkut untuk antisipasi volume sampah di lokasi wisata.

SuaraBanten.id - Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, di mana volume limbah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk mencapai angka mencengangkan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat bahwa setiap harinya, daerah tersebut menghasilkan sampah sebesar 2.700 ton.

Angka ini bahkan mengalami peningkatan pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, di Tangerang pada Jumat, menjelaskan metode estimasi volume sampah tersebut.

"Kalau berdasarkan estimasi hitungan di mana setiap orang menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari. Maka keluar hitungan estimasi 2.700 ton sampah per harinya," kata Ujat Sudrajat, dilansir dari Antara.

Menurut Ujat Sudrajat, dengan estimasi 2.700 ton produksi sampah per harinya, maka volume sampah yang ada di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan sekitar 200 ton pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Tidak terlalu signifikan dikarenakan, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Tangerang telah pergi mudik ke kampung halamannya masing-masing," jelasnya.

Ia bilang, saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya berhasil mengangkut setiap harinya sebanyak 1,300 ton sampah dari tingkat volume 2,700 ton sampah yang ada.

"Sebetulnya volume sampah yang berhasil kita angkut per harinya sekitar 1,200 hingga 1,300 ton," ucapnya.

Baca Juga: Resmi Ditutup Hari Ini! Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Kembali Masuk Tahap Konstruksi

Sebagai antisipasi lonjakan sampah, kata Ujat, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 1.000 personel petugas kebersihan dan 300 armada pengangkut sampah diseluruh lokasi wisata yang ada di Kabupaten Tangerang.

"1.000 personel tersebut terdiri dari gabungan petugas pengangkut sampah dan petugas penyapu jalan. Jadi 300 orang dari pesapon (penyapu jalan) dan 700 sisanya petugas pengangkut sampah," ungkapnya.

Selain menyiagakan, 1.000 personil 300 armada truk sampah, DLHK Kabupaten Tangerang juga tengah menata lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk secara maksimal
‎‎
"Dari DLHJ ada 240 unit dan sisanya 60 unit armada dari kecamatan untuk ikut membersihkan sampah," kata dia.

Load More