- Pemkot Cilegon akan segera memperbaiki 16 Tembok Penahan Tanah (TPT) yang rusak akibat dampak banjir di wilayah tersebut.
- Perbaikan ini didasarkan pada data verifikasi dari lurah dan camat, yang telah diidentifikasi sebagai titik kritis pasca banjir.
- Pemkot menargetkan seluruh perbaikan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin.
SuaraBanten.id - Sebanyak 16 Tembok Penahan Tanah (TPT) yang rusak akibat banjir Cilegon bakal segera diperbaiki oleh Pemkot Cilegon. Belasan TPT yang bakal diperbaiki tersebut merupakan data dari para lurah dan camat di Kota Cilegon.
Dalam rapat penanganan pasca banjir Cilegon, Pemkot tidak hanya sekadar mengeluarkan perintah, tetapi secara efektif meminta lurah dan camat memetakan titik-titik kritis yang membutuhkan eksekusi darurat.
Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menegaskan seluruh rencana aksi perbaikan didsari laporan para lurah dan camat yang mengidentifikasi, memverifikasi, dan melaporkan setiap infrastruktur yang rusak.
"Kurang lebih ada 16 lokasi dengan variasi kerusakan. Data sudah kami terima dari lurah dan camat, sekarang Dinas PU sedang menghitung kebutuhan teknis dan anggaran," kata Aziz, Rabu 18 Februari 2026.
Kecepatan pendataan ini yang memungkinkan Pemkot menargetkan penyelesaian seluruh perbaikan hanya dalam waktu satu hingga dua bulan.
Setelah data 16 titik kritis banjir terkumpul, proses langsung beralih ke tahap eksekusi teknis. Dinas Pekerjaan Umum ditugaskan menindaklanjuti laporan dari para lurah dan camat dalam waktu dekat.
"Kalau kerusakannya hanya beberapa meter, dua minggu bisa selesai. Karena dikerjakan paralel, targetnya satu sampai dua bulan sudah tuntas," ujarnya.
Untuk memastikan eksekusi berjalan tanpa kendala finansial, lanjut Aziz, anggaran awal langsung dialokasikan dari pos pemeliharaan rutin.
"Apabila dalam perhitungan teknis anggaran tersebut belum mencukupi, Pemkot membuka opsi perubahan parsial untuk menutup kekurangan kebutuhan biaya," jelasnya.
Baca Juga: Healing Seru! 4 Destinasi Alam di Lebak dan Cilegon Bagi Gen Z
Dengan memberdayakan aparat kewilayahan sebagai sumber data utama, pemerintah mampu mengambil keputusan yang cepat, tepat sasaran, dan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
"Mudah-mudahan dengan langkah cepat ini, infrastruktur kembali optimal dan banjir tidak terulang," pungkas Aziz.
Berita Terkait
-
Healing Seru! 4 Destinasi Alam di Lebak dan Cilegon Bagi Gen Z
-
Harga Cabai Rawit di Pasar Blok F Makin Pedas, Stok Minyak Goreng Langka Jelang Ramadhan
-
Misteri Kematian Anak Politisi PKS Cilegon: Tersangka Ajukan Praperadilan, Ngaku Bukan Pembunuhnya
-
Siap Kawal Program Prabowo, Fraksi Gerindra Cilegon Diminta Kritis Berbasis Data
-
5 Poin Penting Kasus Pencemaran Asam Nitrat PT Vopak Terminal Merak yang Bikin Geger Cilegon
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan
-
Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru
-
Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap
-
Pesta Nelayan Cituis Jadi Ruang Merawat Tradisi dan Kebersamaan Warga Pesisir Tangerang
-
Lebih dari 90 SPPG di Banten Kena Suspend, Ternyata Ini Penyebabnya