- CSR PIK2 melaksanakan program "UMKM BANGKIT" dengan menyerahkan 42 gerobak usaha di Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
- Bantuan gerobak usaha ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas produktif pelaku UMKM harian serta meningkatkan potensi pendapatan mereka.
- Dampak program ini terlihat dari peningkatan jangkauan pasar dan terciptanya lapangan kerja informal baru bagi warga sekitar.
SuaraBanten.id - Konsep pembangunan inklusif menuntut keterlibatan sektor swasta dalam memastikan pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan masyarakat sekitar.
Termasuk di Kabupaten Tangerang dengan komitmen itu diwujudkan melalui program "UMKM BANGKIT" oleh CSR PIK2.
Sebanyak 42 unit gerobak usaha disalurkan kepada pelaku UMKM di Teluknaga. Program ini menyasar pelaku usaha mikro harian yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus penyedia lapangan kerja informal.
Pendekatan ini selaras dengan strategi penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas. Dengan menyediakan sarana produktif, kapasitas usaha meningkat, jangkauan pasar meluas, dan potensi pendapatan bertambah.
Restu Mahesa menegaskan bahwa dukungan tersebut diharapkan memicu kemajuan UMKM.
“Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bisa menjadi penambah semangat buat bapak-bapak dan ibu-ibu semua pelaku UMKM di Kecamatan Teluknaga khususnya di Kabupaten Tangerang akan lebih maju lagi,” katanya.
General Manager Estate Management Stephen Bambang menegaskan program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi dari akar rumput.
“Tujuannya CSR ini untuk UMKM ini agar membantu masyarakat bergerak ekonominya dan semakin mandiri,” ujarnya.
Bagi Nurhayati (41), pedagang gorengan, bantuan itu mengubah ritme hidupnya.
Baca Juga: Teken MoU dengan Pemkot Cilegon, Krakatau Steel Bahas Akses Pelabuhan Hingga KEK
“Biasanya saya jualan di depan rumah saja. Sekarang bisa keliling ke beberapa kampung. Pendapatan lebih stabil,” ujarnya.
Nurhayati menyebut, dengan gerobak baru, ia bisa mempekerjakan satu keponakannya untuk membantu berjualan sore hari. “Saya senang bukan cuma saya yang terbantu,” katanya.
Langkah ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada donasi, melainkan membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan.
Di Teluknaga, 42 gerobak itu menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dalam menata masa depan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang