- Wisata Air Kali Cibanten Banten dikembangkan kolaboratif menawarkan rekreasi, edukasi lingkungan, serta dorongan ekonomi lokal.
- Pengembangan ini memuat dua segmen utama yaitu arung jeram dan wisata edukasi susur sungai tentang pengelolaan sampah.
- Upaya komunitas berhasil mengurangi signifikan titik sampah di sungai, namun dukungan fasilitas pemerintah daerah sangat diharapkan.
SuaraBanten.id - Provinsi Banten kini memiliki inovasi destinasi pariwisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Wisata Air Kali Cibanten, yang dikembangkan melalui kolaborasi komunitas dan pemerintah daerah, hadir sebagai alternatif baru yang memadukan keindahan alam sungai dengan pembelajaran lingkungan dan sejarah, sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susianty, menyambut baik inisiatif ini.
“Ini merupakan salah satu upaya inovasi baru dalam pengembangan destinasi wisata dan kami sangat mengapresiasi,” kata Eli dilansir dari Antara.
Ia menilai pengembangan wisata sungai sangat penting untuk memperluas ragam destinasi pariwisata Banten yang selama ini masih didominasi oleh wisata pantai.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menjelaskan bahwa Wisata Air Kali Cibanten dikembangkan dalam dua segmen utama arung jeram untuk pengalaman yang lebih menantang, dan wisata edukasi susur sungai yang lebih fokus pada pembelajaran.
“Sebenarnya yang pertama, wisata ini memang ada dua segmen. Kalau yang atas misalnya rafting, nah ini kita masuk ke wisata edukasi,” kata Lulu.
“Di sini edukasi itu membawa wisatawan supaya tahu bahwa ini sampah, dan bagaimana seharusnya diolah atau dibuang,” ujar Lulu.
Inisiatif ini juga didukung oleh upaya pembersihan sungai yang dilakukan relawan, yang berhasil menurunkan jumlah titik sampah secara signifikan dari puluhan menjadi di bawah 10 titik, meskipun pencemaran masih terkonsentrasi di pusat Kota Serang.
Baca Juga: 24 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Tangerang, Siapkan Lamaran!
Eli Susianty menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai faktor utama kemajuan pariwisata.
“Kebersihan menjadi faktor utama agar pariwisata bisa maju. Ini adalah PR kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Lulu Jamaludin menilai, dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan fasilitas dasar seperti akses naik-turun perahu dan peralatan keselamatan.
“Harapan kami semua juga ada dukungan pemerintah untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Berita Terkait
-
24 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Tangerang, Siapkan Lamaran!
-
Terbongkar di Sidang! Modus Pinjam Bendera dan Lahan Ilegal di Balik Korupsi Sampah Tangsel Rp21,6 M
-
4 Spot Wisata Hits di Kabupaten dan Kota Serang Banten yang Wajib Masuk 'Wishlist' Weekend Kamu
-
Waspada Virus Nipah! Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional Malam Ini
-
Niat Bela Teman dari Aksi Bullying, Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk Saat Tolak Permintaan Maaf
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Rekor Tiga Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Bareskrim Buru Jaringan Pilot Malaysia
-
Judol dan Pinjol Intai Buruh Banten, Ada Pekerja Terlilit Utang Miliaran hingga Kena PHK
-
Pilot Malaysia Terbangkan Pesawat ke Indonesia dalam Kondisi Positif Kokain hingga Ekstasi
-
Tergiur Upah Rp220 Juta, Pilot Asal Malaysia Nekat Selundupkan 25 Kg Ekstasi ke Indonesia
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon