Banjir akibat curah hujan tinggi merendam 269 hektar sawah di Kabupaten Lebak, dengan 50 hektar dipastikan gagal panen (puso) dan 73 hektar lainnya terancam. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta, di mana beberapa wilayah terendam air setinggi 1,5 meter selama dua pekan.
Banjir ini terjadi saat usia padi rata-rata mencapai 80 hari setelah tanam, yang seharusnya siap dipanen pada Februari 2026. Hal ini menyebabkan para petani kehilangan potensi hasil produksi tepat sebelum masa panen tiba.
Pemerintah Kabupaten Lebak merespons dengan menyiapkan bantuan benih dan pupuk untuk percepatan tanam ulang, serta melakukan langkah preventif berupa normalisasi saluran air untuk meminimalisir luapan banjir susulan di masa mendatang.
"Kami terus melakukan pemantauan dan antisipasi agar areal persawahan yang siap panen Februari 2026 bisa diselamatkan," katanya menjelaskan.
Di balik angka statistik, ada nasib keluarga yang terguncang. Arsani, seorang petani di Desa Cisangu, hanya bisa pasrah melihat sawahnya berubah menjadi kolam raksasa. Investasi tenaga dan biaya yang ia keluarkan selama berbulan-bulan lenyap begitu saja.
Arsani mengatakan dirinya memiliki lima petak sawah dengan luas 5.000 meter persegi terendam banjir selama dua pekan terakhir dan gagal panen.
"Kami sekarang mengusulkan penyaluran bantuan benih dan pupuk untuk meringankan biaya produksi pertanian pangan," katanya penuh harap.
Berita Terkait
-
Siapa Pelakunya? Teka-teki Pembongkaran Makam Warga di Jawilan, Polisi Buru Jejak yang Tertinggal
-
Mengenang Capt. Andy Dahananto: Dikenal Ramah dan Sosialis di Mata Warga Tigaraksa
-
Jual Nama Orang Dalam Akpol, Pria 54 Tahun Ditangkap Setelah Aksi Kejar-kejaran Dramatis di Banten
-
Buntut KDRT dan Gugatan Cerai? ART di Serang Jadi Korban Penusukan Brutal
-
3 Spot Trekking Hidden Gem di Lebak Banten buat Healing Low Budget
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Warga Banten Pemilik Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Penjelasan Wagub Dimyati
-
Momen Wali Kota Cilegon Bareng Ebiet G. Ade Iringi Refleksi HUT ke-27 Cilegon
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang