-
Fenomena Langit Merah Warga pesisir Panimbang, Pandeglang, merasa resah dan khawatir akan potensi bencana setelah menyaksikan fenomena langka langit berwarna merah darah pada Kamis sore usai hujan deras melanda.
-
Penjelasan Ilmiah BMKG BMKG menjelaskan bahwa peristiwa tersebut adalah fenomena optik alami bernama Hamburan Rayleigh, di mana atmosfer menyaring gelombang cahaya pendek dan menyisakan warna merah serta jingga.
-
Penyebab dan Imbauan Warna merah pekat dipicu tingginya konsentrasi uap air dan aerosol. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik sembari terus memantau informasi cuaca resmi.
SuaraBanten.id - Masyarakat di sekitar pesisir Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten merasakan keresahan atas terjadinya fenomena langit berwarna merah darah pada Kamis (28/12/2025) kemarin sore.
Salah seorang warga Kecamatan Panimbang Doni (36) mengaku sempat terkejut saat melihat langit berwarna merah darah usai hujan deras yang melanda sejak hari Rabu (17/12/2025) lalu.
Pasalnya, Doni mengaku, dirinya baru kali pertama melihat langit berwarna merah darah sepanjang hidup di kawasan pesisir Pantai Panimbang.
"Kaget lah, itu kejadian kemarin hari Kamis sekuat jam 6 sore. Itu setelah hujan kan dari kemarinnya. Selama puluhan tahun hidup di Panimbang, baru itu langit merah darah gitu, kalau dari sunset biasanya kekuningan gitu, kalau ini beda banget," kata Doni, Jumat (19/12/2025).
Dikatakan, Doni, akibat fenomena tersebut, masyarakat di wilayah pesisir Pantai Panimbang tengah dilanda kekhawatiran akan terjadinya bencana usai berubahnya langit menjadi warna merah darah.
"Duh pada cemas orang sini mah, pada takut aja, takutnya itu pertanda bakal ada bencana karena baru pertama terjadi berubah warna merah gitu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Hartanto menerangkan, terjadinya langit berwarna merah darah yag terjadi di wilayah pesisir Pantai Panimbang, Kabupaten Pandeglang sebagai fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan rayleigh (rayleigh scattering).
"Itu kejadian alami. Jadi ada pembiasan cahaya matahari saat matahari berada di posisi rendah atau menjelang terbenam. Dan cahaya matahari harus menempuh jarak lebih jauh melalui atmosfer bumi untuk sampai ke mata," kata Hartanto dalam keterangannya, Jumat (19/12).
Selain itu, lanjut Hartanto, adanya hamburan spektrum yang menjadikan atmosfer menyaring warna bergelombang pendek sehingga membuat warna dengan gelombang panjang seperti merah dan jingga yang mampu menembus atmosfer dan tertangkap oleh mata manusia.
Baca Juga: Awas Gelombang Tinggi 2,5 Meter! Polda Banten Minta Nelayan dan Warga Pesisir Puasa Melaut Dulu
"Warna merah yang tampak sanga pekar itu biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air atau kelembapan atau adanya partikel aerosol atau debu polutan di udara. Dan mengingat wilayah Banten sedang musim hujan, kandungan uap air di atmosfer cukup jenuh yang memperkuat efek pantulan warna merah pada awan di sekitarnya," ungkapnya.
Meski begitu, dikatakan Hartanto, masyarakat untuk tidak terlalu khawatir atas fenomena tersebut, namun tetap memantau informasi tentang cuaca yang disampaikan melalui kanal sosial media BMKG.
"Dihimbau masyarakat tetap tenang, jangan panik. Dan kami himbau juga masyarakat tetap pantau informasi cuaca resmi dan terkini melalui platform media sosial kami," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Awas Gelombang Tinggi 2,5 Meter! Polda Banten Minta Nelayan dan Warga Pesisir Puasa Melaut Dulu
-
Diancam Tak Diakui Anak, Remaja 14 Tahun Terpaksa Layani Nafsu Bejat Ayah hingga Hamil 7 Bulan
-
Anak Krakatau Status Waspada dan Cuaca Ekstrem Mengintai, Polda Ingatkan Zona Merah 2 KM
-
Setiap Hari Tempuh 2 Jam dan Jalan Kaki 3 KM, Kisah Armani Guru SD Pelosok di Pandeglang Banten
-
4 Rekomendasi Wisata Pandeglang Banten untuk Family Time Akhir Tahun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
-
Ijazah Ditahan 2 Tahun, Wagub Banten: Segera Ambil, Nanti Saya yang Transfer
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Murah Tapi Gak Murahan! 5 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Rp 200 Ribuan untuk Daily Run
-
Update Kecelakaan SDN Sukaratu 5: Polisi Tunggu Gelar Perkara, Pengemudi Tidak Ditahan