-
Presiden Prabowo Subianto meminta agar berbagai kasus perundungan (bullying) siswa yang marak terjadi di lingkungan sekolah harus segera diatasi.
-
Kasus perundungan di sekolah menjadi sorotan, termasuk dugaan motif bully pada insiden ledakan SMA 72 Jakarta dan kejadian di SMP Blora.
-
KPAI menyoroti kasus bullying di SMP Blora yang videonya viral dan kasus di SMPN 19 Tangsel yang membuat kondisi kesehatan korban menurun.
SuaraBanten.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah dan meminta agar fenomena tersebut segera diatasi.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo usai menghadiri peluncuran digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17/11/2025).
"Ya, (perundungan) itu harus kita atasi ya," kata Prabowo menjawab singkat pertanyaan awak media soal banyaknya kasus perundungan yang terjadi, menunjukkan keprihatinan serius dari kepala negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah kasus perundungan di lingkup sekolah memang tengah menjadi perhatian publik. Beberapa insiden teranyar yang mencuat antara lain:
Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada 7 November 2025. Polda Metro Jaya mendalami motif terduga pelaku ledakan di sekolah itu, yang diduga adalah korban perundungan (*bullying*) oleh siswa lainnya.
Dugaan Perundungan di SMP Blora
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyoroti kasus dugaan perundungan di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kasus itu menjadi perhatian publik setelah video dugaan kejadian perundungan beredar luas di sebuah aplikasi berbayar. Dalam video berdurasi 25 detik, tampak seorang siswa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari beberapa teman sekelasnya di dalam kamar mandi sekolah. Korban terlihat dipukul dan diejek, sementara siswa lain hanya menonton tanpa berusaha melerai.
Baca Juga: Waspada! KPAI Ungkap Perundungan Anak Kini Di Luar Kendali dan Lebih Berbahaya
Kasus Perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan
Perundungan juga terjadi di lingkup SMPN 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Salah satu siswa berinisial MH (13) diduga menjadi korban perundungan oleh teman di lingkup sekolahnya. Akibat tindakan itu, kondisi tubuh korban kini mengalami penurunan hingga lemas tak bisa beraktivitas.
Respons Presiden Prabowo ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying. Kasus-kasus yang terjadi menunjukkan bahwa perundungan masih menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan komprehensif dari semua pihak, yakni pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. [Antara].
Berita Terkait
-
Waspada! KPAI Ungkap Perundungan Anak Kini Di Luar Kendali dan Lebih Berbahaya
-
Pilu! Pedagang Madu Baduy Dibegal Brutal di Jakarta: Uang Hasil Jualan Rp3 Juta Raib
-
Patroli Siber Diperkuat! Polisi Kejar Pelaku Teror Bom Digital yang Sasar Sekolah di Tangsel
-
Panik dan Khilaf! Ibu Muda yang Buang Bayi di Cipete Utara Ungkap Motif Mengejutkan
-
Mardiono Gagal Bawa PPP Tangsel ke Senayan, Pengurus Lokal Solid Dukung Agus Suparmanto
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
PERBANAS Ajak Industri Perbankan Perkuat Literasi Keuangan, Lawan Scam, dan Judi Online
-
60 Seconds to Tokyo Resmi Hadir di Banten, Aston Hadirkan Sensasi Kuliner Jepang Autentik