- Warga Kecamatan Jiput dan Menes melaporkan adanya hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
- Fenomena abu vulkanik tersebut menyebabkan mata perih saat berkendara dan meninggalkan kotoran menyerupai pasir hitam di halaman rumah warga.
- Tim Pusdalops BPBD Pandeglang menyatakan laporan dampak hujan abu vulkanik dari erupsi tersebut telah mencapai wilayah Pasauran.
SuaraBanten.id - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau semakin terasa oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Bukan hanya suara gemuruh dan getaran, tapi juga abu vulkanik yang mulai turun.
Seperti disampaikan warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Bahrul (27). Menurutnya, erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya membuat rumahnya bergetar, namun membuat abu vulkaniknya berjatuhan dan membuat perih ke mata saat berkendara motor.
"Selain geraran yang terasa di rumah, debu juga terasa di wilayah Jiput. Tadi pakai motor pulang ke rumah, itu perih ke mata, debunya mulai bertebaran," kata Bahrul, Minggu (6/9/2026).
Diakui Bahrul, fenomena hujan abu vulkanik baru terjadi hingga terasa di wilayah Kecamatan Jiput. Meski begitu, situasi masyarakat masih relatif kondusif dan beraktivitas seperti biasa.
"Baru kali ini begini (hujan abu vulkanik), sementara warga tidak panik , hanya debu aja sampai di rumah," ujarnya.
Hal senada turut diungkapkan warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Indra (27). Diakui, hujan abu vulkanik tidak terlalu terlihat secara kasat mata, namun ketauan dari halaman rumah yang dipenuhi kotoran seperti pasir berwarna hitam.
"Pekat sih enggak, tapi teras rumah yang kemarin bersih, eh pagi-pagi sudah kotor lagi. Tadi disapu itu kayak pasir tapi warnanya hitam gitu," ucap Indra.
Selain itu, lanjut Indra, bertebarannya abu vulkanik di wilayahnya terasa saat melakukan aktivitas di luar rumah lantaran membuat mulut seperti kemasukan pasir.
"Kalau ke luar (rumah) itu mulut tiba-tiba sepet, di lidah kayak ada pasirnya," ungkap Indra.
Baca Juga: Awas Rusak Permanen! Jangan Tunda Bersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan
Sementara itu, Tim Pusdalops BPBD Pandeglang Deni mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah menerima laporan hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang.
"Baru dapat laporan (abu vulkanik) sudah sampai ke Pasauran," singkat Deni.
Kontributor : Yandi Sofyan
Tag
Berita Terkait
-
Awas Rusak Permanen! Jangan Tunda Bersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan
-
Selesai Erupsi 25 Jam Tanpa Henti, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
-
Erupsi Anak Krakatau, Terpantau Antrean Kendaraan Barang di Pelabuhan Merak
-
Erupsi Anak Krakatau Meluas: Penerbangan di Soekarno-Hatta, Halim, dan Radin Inten II Terganggu
-
Erupsi Anak Krakatau Landa 15 Kecamatan di Banten-Lampung, Hujan Abu Capai Jakarta
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa
-
Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar
-
16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan
-
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa