Andi Ahmad S
Minggu, 06 September 2026 | 22:03 WIB
Warga tunjukan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)
Baca 10 detik
  • Warga Kecamatan Jiput dan Menes melaporkan adanya hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
  • Fenomena abu vulkanik tersebut menyebabkan mata perih saat berkendara dan meninggalkan kotoran menyerupai pasir hitam di halaman rumah warga.
  • Tim Pusdalops BPBD Pandeglang menyatakan laporan dampak hujan abu vulkanik dari erupsi tersebut telah mencapai wilayah Pasauran.

SuaraBanten.id - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau semakin terasa oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Bukan hanya suara gemuruh dan getaran, tapi juga abu vulkanik yang mulai turun.

Seperti disampaikan warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Bahrul (27). Menurutnya, erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya membuat rumahnya bergetar, namun membuat abu vulkaniknya berjatuhan dan membuat perih ke mata saat berkendara motor.

"Selain geraran yang terasa di rumah, debu juga terasa di wilayah Jiput. Tadi pakai motor pulang ke rumah, itu perih ke mata, debunya mulai bertebaran," kata Bahrul, Minggu (6/9/2026).

Diakui Bahrul, fenomena hujan abu vulkanik baru terjadi hingga terasa di wilayah Kecamatan Jiput. Meski begitu, situasi masyarakat masih relatif kondusif dan beraktivitas seperti biasa.

"Baru kali ini begini (hujan abu vulkanik), sementara warga tidak panik , hanya debu aja sampai di rumah," ujarnya.

Hal senada turut diungkapkan warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Indra (27). Diakui, hujan abu vulkanik tidak terlalu terlihat secara kasat mata, namun ketauan dari halaman rumah yang dipenuhi kotoran seperti pasir berwarna hitam.

"Pekat sih enggak, tapi teras rumah yang kemarin bersih, eh pagi-pagi sudah kotor lagi. Tadi disapu itu kayak pasir tapi warnanya hitam gitu," ucap Indra.

Selain itu, lanjut Indra, bertebarannya abu vulkanik di wilayahnya terasa saat melakukan aktivitas di luar rumah lantaran membuat mulut seperti kemasukan pasir.

"Kalau ke luar (rumah) itu mulut tiba-tiba sepet, di lidah kayak ada pasirnya," ungkap Indra.

Baca Juga: Awas Rusak Permanen! Jangan Tunda Bersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan

Sementara itu, Tim Pusdalops BPBD Pandeglang Deni mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah menerima laporan hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang.

"Baru dapat laporan (abu vulkanik) sudah sampai ke Pasauran," singkat Deni.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More