- Pengelola Pantai Indah Kapuk 2 mengerahkan armada Township Management untuk menyiram jalan guna mengatasi abu vulkanik pada Senin, 7 September 2026.
- Penyemprotan air dilakukan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 untuk mengurangi partikel debu vulkanik dan menjaga kenyamanan aktivitas warga.
- Letusan Gunung Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah dan sempat menutup sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
SuaraBanten.id - Penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendapat respons cepat dari pengelola Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).
Sejumlah armada Township Management diterjunkan untuk melakukan misting di beberapa titik kawasan, Senin (7/9/2026).
Penyemprotan air dilakukan menyusuri ruas jalan PIK2. Tujuannya membantu mengurangi debu dan partikel abu vulkanik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kawasan.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas penghuni, pengunjung maupun masyarakat yang berada di PIK2 tetap dapat berlangsung dengan kondisi lingkungan yang lebih terjaga.
Keberadaan abu vulkanik menjadi perhatian karena material yang telah jatuh ke permukaan jalan dapat kembali beterbangan akibat tiupan angin maupun pergerakan kendaraan.
Karena itu, pembasahan jalan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menekan partikel tersebut.
Aktivitas Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir memang berdampak cukup luas.
BMKG pada Minggu pagi mendeteksi dua klaster abu vulkanik. Sebarannya mencakup sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.
Untuk arah Jawa, abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian Banten, Jakarta, Jawa Barat serta wilayah perairan.
Baca Juga: Awas Rusak Permanen! Jangan Tunda Bersihkan Abu Vulkanik di Kendaraan
Dampaknya tidak hanya terasa di permukaan. Operasional penerbangan juga terganggu.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di Tangerang sempat ditutup sementara akibat indikasi abu vulkanik. BMKG bersama otoritas penerbangan terus memantau perubahan arah dan konsentrasi abu untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Di kawasan PIK2, respons difokuskan pada aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Armada pemadam milik Township Management dimanfaatkan untuk melakukan penyemprotan dalam cakupan yang lebih luas pada ruas-ruas jalan kawasan.
Air yang disemprotkan membasahi permukaan sehingga debu dan partikel yang mengendap dapat lebih terkendali.
Langkah semacam itu juga ditempuh di beberapa wilayah lain. Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan kendaraan AWC untuk menyemprot jalan di sejumlah wilayah Jabodetabek akibat penyebaran abu Anak Krakatau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa
-
Masih Berasap, Basarnas Lakukan Pendinginan KMP Batumandi, 89 Kendaraan Diduga Ikut Terbakar
-
16 Penumpang KMP Batumandi Terbakar Alami Luka, Ada yang Patah Tulang dan Gangguan Pernapasan
-
KMP Batumandi Terbakar Bawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan, Dirut ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa