-
Pemerintah Kabupaten Serang akan memusnahkan ternak terpapar Cs-137 dan memberikan ganti rugi untuk mencegah penyebaran.
-
64 warga terdampak radiasi Cs-137 di relokasi ke tempat aman dengan fasilitas lengkap guna dekontaminasi.
-
Warga relokasi tetap beraktivitas normal di lokasi baru, dilarang kembali ke rumah hingga dekontaminasi selesai.
SuaraBanten.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengungkapkan rencana pihaknya untuk memusnahkan hewan-hewan ternak yang berada di lokasi paparan radiasi Cs-137 (cesium 137) guna mencegah terjadinya penyebaran yang lebih meluas.
Menurut Zaldi, proses screening atau pemeriksaan terhadap hewan lebih sulit dilakukan karena harus menggunakan metode khusus karena khawatir paparan radioaktif terhirup dan masuk ke dalam tubuh hewan.
"Ternak agak beda perlakuannya karena ada yag terhirup ke dalam, screening di luar tubuh busa dilakukan, tapi kalau terhirup itu harus ada metode khusus, harus dibawa ke Serpong," kata Zaldi, Jumat (24/10/2025).
"Dan kemarin ada kesepakatan ternak akan dimusnahkan dan nanti ada ganti rugi dari pemerintah daerah," imbuhnya.
Selain itu, disampaikan Zaldi, pihaknya telah melakukan relokasi terhadap 64 warga yag berada di areal terpapar radiasi Cs-137 ke lokasi yang lebih aman guna memudahkan proses dekontaminasi yang dilakukan oleh tim ahli dari Bapeten, KLH, BRIN dan Gegana Brimbob.
"Sudah ada 19 KK, ada 64 orang. Di Desa Sukatani itu ada 11 KK, total 102 orang dipindah ke Desa Barengkok. Hari ini sudah masuk di tempat warga yang direlokasi semuanya tidak jauh dari rumah mereka sebelumnya. Dan mereka akan terus beraktivitas dan tetap sekolah juga tapi di luar daerah terkontaminasi," ungkapnya.
Zaldi mengaku, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas di tempat relokasi yang bisa dipergunakan oleh warga guna menunjang kebutuhan sehari-hari selama proses dekontaminasi dilakukan oleh para tim ahli.
"Nah itu kan rumah kosongan (tempat relokasi) sehingga kita support itu peralatan rumah tangga, kemudian peralatan mandi, peralatan masak, peralatan makan minum, peralatan shalat juga, peralatan sekolah juga. Dan itu sudah dibelanjakan dan sudah masuk ke daerah yang akan mereka pindah," tegasnya.
Meski begitu, dikatakan Zaldi, pihaknya akan tetap memastikan agar para warga yang direlokasi bisa tetap beraktivitas seperti biasa selama tidak kembali ke rumah sebelumnya sampai proses dekontaminasi selesai dilakukan.
Baca Juga: Begini Perjuangan Siswa Sekolah di Pandeglang Menyeberangi Sungai yang Tiba-tiba Meluap
"Mereka akan melaksanakan aktivitas seperti biasa, tidak ada perubahan. Cuma kita akan membatasi agar mereka tidak kembali ke rumah, karena dari tim Bapeten, BRIN dan Gegana itu akan melakukan pembersihan tempat-tempat yang terkontaminasi baik di dalam rumah maupun di sekitarnya," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Begini Perjuangan Siswa Sekolah di Pandeglang Menyeberangi Sungai yang Tiba-tiba Meluap
-
18 Tahun Menanti! Tangis Haru Pegawai Honorer Pemkot Serang Pecah saat Terima SK PPPK
-
Trik Transfer Palsu di SPBU Rempoa Terbongkar: Isi Bensin Auto Kabur, Nopol Pelaku Dikantongi
-
325 Ton Limbah Radioaktif Diamankan dari Cikande
-
Pecah Rekor! 3.790 PPPK Paruh Waktu Serang Resmi Dilantik, Terbesar dan Pertama di Banten
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit