- Komisi V DPRD Banten turun tangan, mendorong mediasi damai ketimbang jalur hukum atas kasus SMAN 1 Cimarga.
- Semua pihak (sekolah, dinas, keluarga) akan dipanggil untuk klarifikasi secara adil soal dugaan penamparan siswa SMAN 1 Cimarga.
- Siswa diimbau kembali sekolah, sementara DPRD Banten fokus pada solusi pembinaan dan mediasi.
SuaraBanten.id - Komisi V DPRD Provinsi Banten mengambil langkah proaktif untuk menengahi konflik di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.
Alih-alih membiarkan kasus dugaan penamparan siswa SMAN 1 Cimarga berlarut ke ranah hukum, dewan akan mendorong proses mediasi sebagai jalan keluar utama untuk mendamaikan pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Langkah ini diambil sebagai respons atas memanasnya situasi, yang telah memicu aksi mogok sekolah dan rencana pelaporan ke polisi oleh pihak keluarga siswa.
Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trian Salichan, menyatakan pihaknya akan segera memanggil seluruh pihak terkait untuk menggelar klarifikasi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran utuh sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kami di Komisi V akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mendengar langsung duduk perkaranya secara utuh, baik dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun keluarga siswa yang terlibat. Hal ini penting agar keputusan yang diambil nantinya benar-benar berkeadilan,” kata Ananda, Selasa 14 Oktober 2025.
Fokus utama Komisi V, menurut Ananda, adalah mengupayakan penyelesaian melalui pendekatan kekeluargaan. Ia berpendapat bahwa jalur hukum berpotensi memperburuk iklim pendidikan dan pembinaan karakter di sekolah.
“Kami dorong agar ada mediasi. Dunia pendidikan harus menjadi ruang pembinaan. Kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan, tapi siswa pun harus belajar menghormati aturan dan etika di lingkungan sekolah,” imbuh Ananda.
Sambil mendorong perdamaian, Ananda juga tidak menafikan pentingnya penegakan disiplin. Ia mengingatkan bahwa sekolah adalah kawasan tanpa rokok sesuai Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015. Namun, ia menekankan bahwa sanksi yang diberikan harus tetap dalam koridor yang mendidik.
“Dalam penerapan disiplin, kepala sekolah dan guru juga harus tetap mengedepankan pendekatan edukatif,” tegasnya.
Baca Juga: Investigasi Kasus SMAN 1 Cimarga Harus Terang Benderang, Dede Rohana: Jangan Hanya Salahkan Kepsek!
Sebagai penutup, politisi Partai Golkar itu mengimbau agar para siswa SMAN 1 Cimarga dapat segera kembali beraktivitas di sekolah agar proses belajar tidak terganggu.
“Kami berharap siswa bisa kembali ke sekolah, mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti semula. Mari kita jaga suasana tetap kondusif demi masa depan pendidikan anak-anak kita,” tutupnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Investigasi Kasus SMAN 1 Cimarga Harus Terang Benderang, Dede Rohana: Jangan Hanya Salahkan Kepsek!
-
Gubernur Banten Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, BKD Ambil Alih Pemeriksaan
-
Buntut Dugaan Tampar Siswa, Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Langsung Dicopot!
-
Tak Terima Anak Ditampar, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cimarga Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Alasan di Balik Aksi Mogok Sekolah Terungkap, Keterangan Kepala SMAN 1 Cimarga dan Siswa Beda Versi
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BRILink Agen Jadi Motor Literasi Keuangan, Kisah Inspiratif Kursumawati Bersama BRI
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD