- Pemerintah Lebak mengimbau masyarakat agar tak menikahkan anak di bawah umur untuk cegah stunting.
- Angka remaja melahirkan di Lebak tinggi, berkorelasi kuat dengan tingginya kasus pernikahan dini.
- Pemerintah Lebak berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencegah pernikahan dini dan stunting.
SuaraBanten.id - Angka stunting atau kekerdilan akibat gagal tumbuh pada anak-anak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten.
Dalam upaya menekan prevalensi stunting, Pemkab Lebak gencar mengajak masyarakat di daerah tersebut untuk tidak menikahkan anak usia dini.
Kampanye ini menjadi krusial mengingat data yang mengkhawatirkan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, di Lebak pada Minggu, mengungkapkan data mencengangkan.
"Berdasarkan laporan BKKBN Provinsi Banten bahwa Lebak paling tinggi soal angka remaja melahirkan di usia 15-19 tahun," katanya, dilansir dari Antara.
Data pendataan keluarga tahun 2023 menunjukkan bahwa angka remaja melahirkan di Kabupaten Lebak rata-rata mencapai 32,20 jumlah kelahiran.
Angka ini secara jelas berkorelasi dengan tingginya jumlah perempuan yang menikah di usia dini di daerah tersebut.
Tuti Nurasiah menekankan pentingnya usia ideal untuk menikah menurut standar BKKBN, yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.
Batasan usia ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi calon pasangan dalam membangun rumah tangga sehat.
Baca Juga: Pulau Tunda Akan Dibangun Tiongkok, Ratu Rachmatuzakiyah Bilang Begini
"Kita berharap masyarakat tidak menikahkan anak di bawah usia dini, karena bisa menyumbangkan stunting dan berisiko kematian bayi dan ibu," jelasnya.
Pernikahan dini membawa risiko kesehatan yang serius, tidak hanya bagi tumbuh kembang anak yang lahir dari ibu remaja, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan ibu remaja itu sendiri.
Komplikasi kehamilan dan persalinan lebih rentan terjadi pada ibu yang belum mencapai kematangan fisik.
Untuk mencegah pernikahan dini, DP2KBP3A Kabupaten Lebak tidak bekerja sendiri.
Pihaknya berkolaborasi aktif dengan Duta Genre (Generasi Berencana) untuk membentuk kelompok pusat informasi konseling yang dikelola dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja. D
uta Genre berfungsi sebagai teman sebaya yang dapat menjadi tempat konsultasi berbagai masalah remaja dan menjadi rujukan informasi seputar kehidupan remaja yang sehat.
Berita Terkait
-
Pulau Tunda Akan Dibangun Tiongkok, Ratu Rachmatuzakiyah Bilang Begini
-
Korban Ledakan Pamulang Meninggal Dunia, Alami Luka Bakar Nyaris 100 Persen
-
Deklarasi DPW PPP Banten Disoal, 3 DPC Nyatakan Tetap Setia pada Mardiono
-
Tragis! Bocah Kendarai SUV Sebabkan Kecelakaan Maut di BSD, Satu Tewas
-
500 Warga Banten Tertipu Jual Beli Tanah Kavling Murah
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Mei 2026: Kualitas Bintang Lima untuk Anak Muda Kalcer
-
Tabrak Kerumunan Siswa SD Hingga Tewas, Kadis di Pandeglang Jadi Tersangka Tapi Tak Ditahan
-
Resmi Jadi Tersangka! Kadis DPMPTSP Pandeglang Terancam Pidana Usai Tabrak Siswa SD Hingga Tewas
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
6 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Serang: Pelaku Divonis Seumur Hidup