- Dugaan Penolakan Rumah Sakit dan Kematian Pasien Balita.
- Respon Keras Pemerintah Daerah dan Tuntutan Investigasi.
- Bantahan Pihak Rumah Sakit dan Perbedaan Keterangan.
SuaraBanten.id - Di tengah narasi keberhasilan program Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) yang dibanggakan Pemerintah Provinsi Banten, sebuah keluarga harus menelan pil pahit kehilangan nyawa balita mereka.
Tragedi yang menimpa Umar Ayyasy (3) menjadi tamparan keras yang mempertanyakan: apakah jaminan kesehatan di Banten benar-benar sudah merata, atau hanya sebatas angka di atas kertas?
Ironi ini mengemuka tajam ketika Gubernur Banten, Andra Soni, merespons kasus tersebut. Di satu sisi, ia memerintahkan investigasi.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa sistem jaminan kesehatan di Banten seharusnya sudah optimal.
Gubernur Andra Soni dengan percaya diri menyatakan bahwa fondasi jaminan kesehatan di wilayahnya sudah kokoh.
Pencapaian UHC, yang berarti hampir seluruh penduduk telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan, dianggap sebagai sebuah prestasi.
“Tingkat UHC kita sudah baik, sehingga pelayanan terkait dengan BPJS (Kesehatan) itu setiap rakyat yang membutuhkan masuk ke rumah sakit di wilayah Banten itu bisa di-cover oleh BPJS,” ujar Andra Soni, dilansir dari Antara, Selasa (9/9/2025).
Namun, janji manis ini terasa hambar bagi keluarga almarhum Umar. Sebagai peserta BPJS, mereka justru diduga berhadapan dengan tembok birokrasi yang fatal.
Saat kondisi Umar kritis dan butuh penanganan segera untuk kedua kalinya, keluarga mengaku tidak diterima di RS Hermina Ciruas dengan alasan terbentur "prosedur BPJS".
Baca Juga: Tragedi Balita Umar: Diduga Ditolak RS Hermina, Gubernur Banten Murka dan Perintahkan Investigasi
Kejadian ini menguak jurang yang menganga antara klaim kebijakan di level elite dengan implementasi yang dirasakan masyarakat di level paling bawah.
Jaminan yang seharusnya mempermudah akses, dalam kasus ini, diduga justru menjadi penghambat yang merenggut nyawa.
Meskipun sorotan tajam mengarah pada RS Hermina Ciruas, bantahan dari pihak manajemen membuka diskusi ke masalah yang lebih besar dan sistemik.
Wakil Direktur RS Hermina Ciruas, dr. Anita, menyebut "keterbatasan ruang rawat inap" sebagai salah satu kendala saat itu.
Klarifikasi ini, sengaja atau tidak, menunjuk pada potensi masalah lain:
Apakah infrastruktur kesehatan di Banten siap menampung lonjakan pasien akibat program UHC? Apakah skema kerja sama dengan rumah sakit swasta sudah ideal, atau justru menciptakan bottleneck yang merugikan pasien?
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Balita Umar: Diduga Ditolak RS Hermina, Gubernur Banten Murka dan Perintahkan Investigasi
-
Kok Bisa Makanan Basi Lolos? Ombudsman Bongkar Titik Rawan Program Makan Bergizi Gratis di Banten
-
Program Makan Siang Gratis di Banten Disorot: Siswa Keracunan, Ombudsman Temukan Makanan Basi
-
Fraksi PAN Usulkan Pangkas Tukin ASN Hingga 50 persen, Dede Rohana: Alihkan untuk Jalan Rusak!
-
Korban Kebakaran Aspol Serpong Mengungsi, Dapur Umum Didirikan dan Bantuan Psikologis Disiapkan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Ayah Kritis, Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV