- 20 kepala keluarga yang terdampak diungsikan ke Aula Kantor Kecamatan Serpong
- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel juga turut serta menyalurkan bantuan logistik vital bagi para korban
SuaraBanten.id - Puluhan warga korban kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Polsek Serpong kini harus tinggal sementara di pengungsian setelah si jago merah melalap habis 20 rumah mereka pada Rabu, 3 September 2025.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat dengan mendirikan posko dan menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban para korban.
Saat ini, 20 kepala keluarga yang terdampak diungsikan ke Aula Kantor Kecamatan Serpong.
Untuk memastikan kebutuhan pangan mereka terpenuhi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel langsung mendirikan dapur umum darurat di lokasi pengungsian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, menyatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, terutama konsumsi harian.
"Hasil kesepakatan bahwa BPBD berperan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pengungsi, kebutuhan makan minum tujuh hari ke depan sampai ada tempat relokasi. InsyaAllah sembako tercukupi walaupun menunya sederhana," papar Essa.
Essa menambahkan bahwa dapur umum ini akan terus beroperasi selama masa tanggap darurat, sambil menunggu solusi relokasi bagi para korban.
Pihaknya juga aktif berkoordinasi dengan instansi lain untuk memastikan pasokan logistik tetap aman.
"Dapur daruratnya kita tetap siagakan selama 7 hari ke depan sementara kebutuhan pangan akan kita upayakan untuk penuhi," terang Essa.
Baca Juga: 20 Rumah Asrama Polsek Serpong Hangus Terbakar, Api Berasal dari Hunian Kosong
Tak hanya BPBD, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel juga turut serta menyalurkan bantuan logistik vital bagi para korban. Bantuan diserahkan langsung kepada perwakilan Polres Kota Tangsel untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan.
Menurut Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tangsel, Yasir Arafat, bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan mendesak.
"Kami serahkan bantuan sembako, kebutuhan alat mandi, perlengkapan tidur, pakaian dan juga popok untuk balita serta kebutuhan pokok lainnya," papar Yasir. Bantuan ini diharapkan dapat segera memenuhi keperluan sehari-hari para korban yang kehilangan harta bendanya dalam sekejap.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Dinsos Tangsel juga menyadari dampak psikologis yang dialami para korban. Oleh karena itu, bantuan pendampingan psikologis akan diberikan untuk membantu memulihkan trauma, khususnya pada anak-anak dan lansia.
"Pendampingan psikologis ini penting diberikan karena para korban kebakaran tentu mengalami trauma setelah musibah kebakaran. Maka kami akan berikan pendampingan dari psikolog untuk psikologis para korban," pungkas Yasir.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
20 Rumah Asrama Polsek Serpong Hangus Terbakar, Api Berasal dari Hunian Kosong
-
Babak Baru Penjarahan Bintaro, Polisi Tahan Sejumlah Orang di Kasus Rumah Sri Mulyani-Nafa Urbach
-
DPMPTSP Banten Percepat Proses Perizinan Usaha Lewat OSS Berbasis Risiko
-
Pelajar Asal Tangerang Tewas dalam Kerusuhan Demo di Jakarta
-
Gubernur Andra Soni: Suara Ulama Didengar!
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang