Sebagai pusat pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang ternyata masih menyimpan "borok" berupa kawasan kumuh seluas 71,48 hektare. Kantong-kantong permukiman ini seringkali tersembunyi di antara gedung-gedung pemerintahan dan pusat bisnis.
6. Kota Baja yang Menyisakan Masalah: Kota Cilegon (22,41 Hektare)
Dikenal sebagai kota industri dan baja, Cilegon memiliki luasan kawasan kumuh yang relatif lebih kecil, yakni 22,41 hektare. Meski begitu, keberadaannya tetap menjadi pengingat bahwa denyut industri raksasa belum mampu menuntaskan masalah permukiman di sekitarnya.
7. Paling Kecil di Kota Modern: Kota Tangerang Selatan (8,68 Hektare)
Di antara semua daerah, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatatkan angka terkecil dengan 8,68 hektare. Dengan citranya sebagai kota modern yang dipenuhi perumahan elite dan pusat bisnis, angka ini menunjukkan efektivitas penataan kota, meski masalah permukiman kumuh tetap ada dalam skala kecil.
Apa Solusi Pemerintah?
Kepala DPRKP Banten, Rachmat Rogianto, menyebut penanganan tidak hanya sebatas target di atas kertas. “Pada 2025, kami telah menangani penataan 400 hektare kawasan kumuh, melebihi target semula yang hanya 100 hektare,” katanya.
Sekretaris DPRKP, Rinto Yuwono, menambahkan bahwa solusinya harus jangka panjang. “Kalau hanya memperbaiki bangunan tanpa memperbaiki sistem lingkungan dan peluang ekonomi, masalah kumuh akan muncul kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Mengurai Benang Kusut Kawasan Kumuh Banten Selatan, Lebak Jadi Fokus Utama Andra Soni dan Dimyati
Berita Terkait
-
Mengurai Benang Kusut Kawasan Kumuh Banten Selatan, Lebak Jadi Fokus Utama Andra Soni dan Dimyati
-
Investasi di Banten Peringkat 5 Nasional, Tembus Rp60,7 Triliun, Serap 110 Ribu Tenaga Kerja
-
Maut di Ladang Baduy: 7 Warga Tewas Digigit Ular, Serum Anti Bisa Jadi Barang Langka
-
Istri Bos Pabrik Narkoba Serang Minta Ampun ke Presiden Prabowo Meski Vonis Belum Final
-
Bos Pabrik Pil PCC Divonis Mati, Istri dan Anak Dihukum Puluhan Tahun
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ratu Amalia Hayani Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD Golkar Cilegon Gantikan Ati Marliati
-
Ternyata Korban Pembunuhan! 6 Fakta Terungkapnya Kasus Mayat Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Polisi Tangkap Pria Berinisial S, Terduga Pembunuh Wanita yang Membusuk di Cipocok Jaya
-
Misteri SK 'Sakti' Sekda Tangsel: 6 Kejanggalan Perpanjangan Jabatan Bambang Noertjahjo
-
Mafia Tanah Terbongkar! 7 Fakta Penahanan 6 Pejabat BPN Kota Serang Terkait Pungli Rp2 Miliar