SuaraBanten.id - Sebuah ultimatum keras dilontarkan Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, yang mengancam akan mengambil tindakan tegas tanpa kompromi terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten.
Di tengah pembahasan mengenai pengangkatan dan penggajian, Dimyati memastikan akan langsung mencoret dari database kepegawaian bagi PPPK mana pun yang terindikasi ikut dalam aksi unjuk rasa.
Pernyataan bernada ancaman ini disampaikan orang nomor dua di Banten tersebut pada Rabu 30 Juli 2025, sebagai respons atas potensi adanya aksi protes dari para pegawai.
Alih-alih membuka ruang dialog, Dimyati memilih pendekatan "tangan besi" dengan menegaskan bahwa demonstrasi adalah garis merah yang tidak boleh dilintasi.
Menurutnya, Pemprov Banten telah berkomitmen penuh untuk menganggarkan dan membayarkan hak-hak PPPK, sehingga aksi demo dianggap sebagai tindakan yang tidak perlu dan mengganggu.
“Untuk PPPK nggak usah khawatir, kita jelas anggarkan untuk membayar PPPK. Nggak usah demo, kalau demo kita lebih baik coret saja,” tegas Dimyati dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Kamis 31 Juli 2025.
Ultimatum ini tidak berhenti sebagai gertakan biasa. Dimyati bahkan secara personal menekankan bahwa kekecewaannya bisa berujung pada pemecatan permanen.
Ia meminta seluruh pegawai, khususnya PPPK, untuk fokus bekerja dan menjaga kondusivitas jalannya roda pemerintahan, alih-alih menyuarakan aspirasi melalui aksi turun ke jalan.
Ancaman ini seolah menjadi pesan bahwa setiap bentuk protes akan dianggap sebagai pembangkangan terhadap kebijakan yang tengah diupayakan.
Baca Juga: Intip Kondisi Land Cruiser Bekas Ratu Atut, Kilometer Rendah, Interior 'Masih Jos'
“Saya kasih tau ke PPPK, kalau sudah Mr.Dim (Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah) kecewa kita coret betulan (PPPK-nya-red). Jangan demo-demo,” ujarnya.
Janji Kesejahteraan di Balik Ancaman
Di balik ancaman pemecatan yang keras, Dimyati mencoba meyakinkan para PPPK untuk tidak perlu khawatir mengenai nasib mereka, terutama soal gaji.
Ia menjelaskan bahwa pembiayaan untuk gaji PPPK merupakan pos anggaran yang masuk dalam kategori belanja wajib pegawai, yang berarti sudah pasti dianggarkan dan menjadi prioritas pemerintah daerah.
Jaminan ini, menurutnya, seharusnya sudah cukup untuk menenangkan para pegawai dan membuat mereka tidak perlu menggelar aksi protes.
Ia mengklaim bahwa upaya Pemprov Banten saat ini adalah untuk menyejahterakan seluruh pegawainya, baik PNS maupun PPPK.
Berita Terkait
-
Intip Kondisi Land Cruiser Bekas Ratu Atut, Kilometer Rendah, Interior 'Masih Jos'
-
Pemprov Banten Lelang Kendaraan Dinas, Mobil Ratu Atut Chosiah Dilelang Rp628 Juta
-
Pemprov Klaim Tak Ada Kendala Pengajuan Calon Sekda Banten ke Presiden
-
Tiga Tradisi di Banten Masuk Karisma Event Nusantara 2025, Salah Satunya Seba Baduy
-
5 Pejabat Pemprov Berebut Kursi Sekda Banten, Terbaru Jalani Tes Wawancara
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah