David mengakui fungsi bendungan yang dibangun untuk keperluan pertanian di masa lalu itu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.
Pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan nasib bendungan tersebut.
“Mungkin dulu bendungan ini dibangun untuk pertanian, saat ini kita belum tahu juga seperti fungsinya,” terangnya.
Menyadari kompleksitas masalah yang membentang dari hulu di Bogor hingga hilir di Jakarta, David menegaskan bahwa solusi tunggal tidak akan cukup.
Kali Angke yang memiliki panjang 101 kilometer dan melintasi banyak kota/kabupaten memerlukan penanganan terintegrasi.
“Jadi secara struktur yang kami akan kolaborasikan dengan pemerintah Provinsi dan pemerintah daerah kita akan bekerja sama mana yang kami laksanakan mana yang pak Gubernur laksanakan bersama jajarannya di Kota Tangerang maupun dengan Tangerang Selatan,” sambungnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa semua upaya struktural ini akan sia-sia tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat.
Perilaku membuang sampah sembarangan menjadi faktor krusial yang terus memperparah sedimentasi dan penyumbatan.
“Secara struktur kita lebarkan sungai kita dalam kan sungai namun itu belum tidak bisa menyelesaikan masalah, kalau di hulunya ada sampah di hilirnya juga ada sampah,” kata David, menggarisbawahi bahwa kolaborasi antara pemerintah dan warganya adalah kunci utama.
Baca Juga: Tiga Kepala Daerah Susuri Kali Angke 10 KM, Andra Soni Temukan Biang Banjir
Berita Terkait
-
Tiga Kepala Daerah Susuri Kali Angke 10 KM, Andra Soni Temukan Biang Banjir
-
Cek Kesehatan Ratusan Ribu Siswa SD dan SMP di Tangerang, Penderita Gangguan Akan Ditindaklanjuti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Tangerang Pangkas Pohon Besar di Jalur Padat
-
Antisipasi Premanisme dan Tawuran, Polsek Balaraja Gencarkan Patroli
-
Operasi Patuh Maung 2025: 38 Pengendara Terjaring, Bermain HP Jadi Pelanggaran Terbanyak
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
-
Kangen Teman Lama? Ini 5 Tempat Bukber 'Paling Asyik' di Lebak untuk Reuni Alumni
-
Kabar Gembira! Tol Rangkasbitung-Cileles Gratis 12-25 Maret, Ini Syaratnya
-
Mudik ke Merak atau Sumatera? Ini Jalur Alternatif di Kota Tangerang Agar Bebas Macet