SuaraBanten.id - Sejumlah kios di Kawasan Stadion Ciceri, Kota Serang, Banten kembali dibongkar dan menyisakan kekecewaan bagi para pedagang, Kamis 17 Juli 2025.
Kios dan lapak yang biasa ditempati para pedagang Stadion Ciceri tempat berjualan mereka dibongkar dalam rangka program revitalisasi yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Meski revitaliasi dikabarkan untuk penataan Stadion Ciceri agar lebih tertib, namun pembongkaran ini bagi para pedagang hanya menambah beban hidup mereka.
Mereka merasa dipindah-pindah saat mencari rezeki di Stadion Ciceri tanpa kepastian dan kejelasan nasib.
"Saya bingung harus bagaimana. Anak saya masih kuliah semester tiga, baru saja ditinggal suami. Sekarang lapak dibongkar tanpa kompensasi. Padahal ini belum lima tahun sudah dibongkar lagi," kata Yani, salah satu pedagang yang kiosnya ikut dibongkar dikutip dari Bantennews, Jumat 18 Juli 2025.
Yani menuturkan, dulu para pedagang dipindahkan dari depan stadion ke dalam atas arahan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang, dengan janji bahwa lokasi baru tidak akan dibongkar lagi.
“Kami bayar sampai Rp12 juta untuk kontrak lima tahun. Tapi baru dua tahun sudah dibongkar. Dulu Dispora yang minta kami pindah, sekarang Dispora juga yang hancurkan kami. Kami ini bukan cari ribut, cuma mau dagang tenang,” tambahnya dengan nada kecewa.
Tak hanya soal pembongkaran, Yani juga mengaku tak tahu harus berjualan di mana selama masa revitalisasi. “Kita disuruh libur dua bulan. Tapi selama itu, makan dari mana? Biaya hidup, sekolah anak, semua dari hasil dagang,” ujarnya.
Senada dengan Yani, pedagang lain bernama Iin juga menyuarakan kekecewaannya. Ia mengaku sudah berpindah tempat berjualan hingga empat kali selama berada di kawasan stadion.
Baca Juga: Pedagang Kopi Tewas Terserempet Kereta Api di Penancangan Serang
“Waktu ditawari pindah ke dalam, katanya aman. Ada surat dari Dispora bahwa tidak akan ada pembongkaran. Tapi kenyataannya dibongkar juga. Kami sudah keluar uang banyak, ditawari take over 50 persen juga nggak jelas, sekarang harus pindah lagi,” ungkap Iin.
Ia meminta Pemkot Serang memberikan kepastian dan perlakuan yang adil bagi pedagang kecil. “Kami cuma minta kepastian. Kami ini pedagang kecil, bukan pengusaha besar. Setiap rupiah yang keluar itu sangat berarti,” tuturnya.
Para pedagang berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penataan fisik, tapi juga memikirkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut
Berita Terkait
-
Pedagang Kopi Tewas Terserempet Kereta Api di Penancangan Serang
-
Aksi Brutal Dua Pelaku Rampok Pedagang Sembako Rp52 Juta, Satu Masih Buron
-
Empat Relokasi Pedagang Pasar Anyar Tangerang, Pegawai dan Masyarakat Diminta Belanja di Sini
-
Pedagang Ayam di Jawilan Ini Jualan Pil Koplo, Ujungnya Digaruk Polisi
-
Stadion Maulana Yusuf Serang Disterilkan dari Pedagang Saat Proses Revitalisasi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga 200 Ribuan Kualitas Sultan
-
4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Pemkot Tangsel Terjunkan Satgas Percepatan MBG untuk Berantas SPPG Bandel