SuaraBanten.id - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kota Cilegon, Muhatta angkat bicara soal adanya dugaan praktik transaksional atau suap-menyuap dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang calon wali murid menyebut terdapat dugaan praktik transaksional dalam penyelenggaraan SPMB di SMP Negeri 11 Kota Cilegon. Praktik haram itu disebut-sebut dilakukan oleh Ketua Panitia SPMB di sekolah tersebut.
Terkait hal tersebut, Muhatta membantah adanya dugaan praktik transaksional yang dilakukan oleh salah satu bawahannya dalam penyelenggaraan SPMB di SMP Negeri 11 Kota Cilegon.
"Itu dengan jelas saya nyatakan tidak ada transaksional. Kami melakukan kegiatan SPMB 2025 itu murni sesuai aturan dan mekanisme yang ada. Jadi itu riil tidak benar," katanya kepada BantenNews (Jaringan SuaraBanten.id), Kamis 26 Juni 2025.
Muhatta mengaku, usai mendapat informasi adanya dugaan praktik transaksional tersebut dirinya langsung mengkonfirmasi kepada Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 11 Kota Cilegon terkait kebenarannya.
"Sudah langsung menanyakan dan tidak akan pernah ada. Saya sudah mewanti-wanti sebelum pelaksanaan tidak ada praktik-praktik seperti itu. Jika ada, akan langsung saya serahkan ke pihak berwajib. Saya tanyakan ke teman-teman semua menyampaikan demi Allah itu tidak terjadi," ucapnya.
Adapun terkait kabar adanya calon murid yang disebut-sebut nilai akademiknya tak memenuhi persyaratan namun tetap lolos dan masuk ke SMP Negeri 11 Kota Cilegon, Muhatta tak bisa berkomentar banyak lantaran penerimaan murid baru itu dilakukan dengan sistem.
“Kalau mengenai itu, saya tidak bisa memastikan ya, karena itu bagaimana juga kami mengikuti SPMB itu dengan sistem ya. Artinya, itu sudah by sistem, sudah pengumuman, dan itulah yang artinya sudah diterima SMP Negeri 11 Cilegon,” ucapnya.
Sebagai informasi, kebutuhan murid pada SPMB tahun ini SMP Negeri 11 Kota Cilegon hanya 175 murid yang dibagi dalam 5 kelas dengan jumlah per kelas 35 murid baru. Sementara, pendaftar di SMP Negeri 11 Kota Cilegon mencapai 363 murid.
Baca Juga: SPMB Cilegon Tuai Protes, Dekat Sekolah Gagal Masuk, Dugaan Transaksional SMPN 11 Cilegon
Sebelumnya diberitakan, para wali murid yang datang ke kantor Wali Kota Cilegon yang menyoal sistem zonasi, ada juga orang tua siswa yang menduga adanya raktik transaksional ilegal dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Kota Cilegon.
Ia memastikan mengetahui adanya dugaan praktik transaksional ilegal dalam penyelenggaraan SPMB Kota Cilegon di SMP Negeri 11 yang dilakukan oleh oknum panitia penerimaan siswa baru.
"Kalau ditawarin sih enggak, tapi saya tau aja. Nominal sih dia gak nentuin, cuma pasti ngasih. Yang nawarin pihak sekolah, yang sekarang jadi Ketua Panitia di SMP Negeri 11," kata sumber yang enggan disebutkan namanya usai kumpul di Aula Setda.
Kata dia, dugaan praktik transaksional ilegal yang dilakukan oknum pihak sekolah tersebut sudah dilakukan sejak tahun lalu dengan dalih infak masjid.
"Nawarinnya sih buat infak masjid, memang gak besar, Tapi itu tahun lalu ya. Sekarang berapa-berapanya gak tau, tapi saya memang dengar langsung. Tahun kemarin Rp500 ribu," ungkapnya.
Ia kemudian memastikan mengetahui adanya dugaan praktik transaksional ilegal yang dilakukan oknum dari pihak SMP Negeri yang berlokasi di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil tersebut terkait dengan penerimaan siswa baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Satu Tahun Ratu Zakiyah-Najib, Program Pendidikan dan Kesehatan Tuai Apresiasi Dewan
-
PAN Cilegon Siapkan Strategi Menang Pemilu 2029, Fokus Konsolidasi hingga Pendataan Relawan
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang