SuaraBanten.id - Peristiwa puluhan siswa Sekolah Dasar atau SD Negeri Bojen 2 di Kampung Sumur Batu, Desa Bojenwetan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang belajar di teras sekolah belakangan menyita perhatian publik.
Hal tersebut juga menjadi sorotan Plt Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga atau Dindikpora Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat. Ia mengaku belum mengetahui persoalan SD Negeri Bojen 2 yang kekurangannya ruang belajar mengajar hingga membuat puluhan siswa belajar di teras sekolah.
Asep Rahmat menegaskan bakal melakukan pengecekan ke lokasi SD Negeri Bojen 2 untuk mengetahui pasti penyebab belum adanya bantuan pembangunan di sekolah tersebut.
"Nanti saya tugaskan Kabid SD untuk turun ke lapangan," ucap Asep Rahmat saat dihubungi wartawan, Kamis 22 Mei 2025.
Asep Rahmat mengungkapkan, kini dapodik sekolah menjadi acuan agar setiap sekolah mendapatkan bantuan pembangunan atau rehabilitasi gedung.
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait masalah kekurangan ruangan kelas di SD Negeri Bojen 2 yang belakangan ramai dikabarkan puluhan siswanya belajar di teras sekolah.
Meski demikian, Asep Rahmat menyebut proses pembangunan ruang kelas di SD Negeri Bojen 2 bisa diprioritaskan di tahun depan bila hasil pengecekan di lapangan mengharuskan adanya pembangunan ruang kelas baru (RKB).
"Nanti saya cek turunkan tim teknis ke sana untuk survei lapangan, khawatir di dapodik beda dengan di lapangan. Tapi sekali lagi kami sampaikan agar diprioritaskan di tahun depan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa Sekolah Dasar atau SD Negeri 2 Bojen di Kampung Sumur Batu, Desa Bojenwetan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten terpaksa harus belajar di teras sekolah lantaran kurangnya ruang kelas yang tersedia. Bahkan, mereka sudah 3 tahun harus belajar di teras sekolah.
Baca Juga: Miris! Tiga Tahun Puluhan Siswa SD di Pandeglang Belajar di Teras Sekolah
Salah seorang siswa kelas 3 SD Negeri Bojen 2, Ali mengaku, dirinya sudah hampir 3 tahun menjalani proses belajar mengajar di teras sekolah tanpa menggunakan kursi dan meja layaknya siswa di sekolah pada umumnya.
Menurut Ali, rasa takut kerap melanda dirinya dalam proses belajar ketika musim penghujan mulai melanda karena kerap basah kuyup terkena terkena air hujan saat belajar di teras sekolah yang berlokasi di Kampung Sumur Batu, Desa Bojenwetan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten itu.
"Sudah belajar di teras sejak kelas 1. Ga ada meja dan kursi, jadi duduknya di lantai (teras sekolah). Kalau hujan kadang kehujanan juga," ucap Ali menceritakan dirinya telah tiga tahun belajar di teras sekolah, Selasa 20 Mei 2025.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Bojen 2, Darni membenarkan anak didiknya terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras sekolah lantaran minimnya ruang kelas yang tersedia.
Kata darni, pihaknya mencoba mengakali proses kegiatan belajar mengajar atau KBM menggunakan sistem pembagian jam belajar agar para siswa kelas 1-3 dapat merasakan belajar di dalam kelas.
"Sebetulnya SD Negeri Bojen 2 ini siswanya banyak, 200 lebih. Tetapi RKB itu kurang, kurangnya 3 kelas. Jadi kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 itu shift siang," ucap Darni mengungkap banyaknya siswa tak sebanding dengan ruang kelas yang bisa digunakan.
Berita Terkait
-
Miris! Tiga Tahun Puluhan Siswa SD di Pandeglang Belajar di Teras Sekolah
-
Sungai Ciawi Meluap, 3 Kampung di Pandeglang Diterjang Banjir Bandang
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran
-
Arus Mudik Lebaran 2025, 20 Titik Ruas Jalan Rusak di Pandeglang Diperbaiki
-
Heboh THR ASN Pandeglang Dibayar Pasca Lebaran, Sekda Angkat Bicara
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Simak Jadwal KRL Rangkasbitung - Tanah Abang Terbaru
-
Piring Nasi Terancam! Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam Puso, Petani Hanya Bisa Pasrah
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 23: Bedah Peta Kekayaan Harta Karun Tambang Indonesia
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 112: Bedah Tuntas Singkatan dan Akronim
-
Pengeroyok Staf KLH dan Wartawan di Serang Divonis 7 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa