SuaraBanten.id - Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Partai Amanat Nasioal (PAN), Dede Rohana Putra menyoroti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Banten di era Andra Soni - Achmad Dimyati Natakusumah (Andra Soni-Dimyati).
Diketahui, Andra Soni-Dimyati resmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025-2030 usai dilantik Prabowo Subianto di Istana Kenegaraan, Kamis (20/2/2025). Setelah Andra Soni-Dimyati resmi menjabat sebagai kepala daerah, Dede Rohana membeberkan tiga potensi PAD yang bisa dioptimalkan di masa kepemimpinan mereka.
Dede Rohana mengungkapkan, ada tiga potensi PAD baru dan ada juga yang bisa lebih dimaksimalkan lagi di masa kepemimpinan Andra Soni-Dimyati. Kata dia, pajak air permukaan yang sudah berjalan bisa lebih dioptimalkan, selain itu ada juga dua potensi PAD baru yakni, pajak alat berat hingga retribusi labuh jangkar.
Di tengah pemangkasan anggaran dan efisiensi, Dede Rohana meyakini pemerintah daerah memerlukan pembiayaan untuk program-program ke depan. Dede Rohana juga menyinggung, Andra Soni yang memiliki banyak janji politik yang membutuhkan pembiayaan yang besar.
"Pemprov Banten butuh sumber pendapatan baru. Saya selaku Wakil Ketua Komisi 3, bisa berkolaborasi, bekerjasama, dan saling support menggali sumber pendapatan baru," kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi atau STIT Al-Khairiyah (kini Universitas Al-Khairiyah) itu.
Dede Rohana mengurai potensi PAD Pemprov Banten tertinggi bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak STNK. Namun, sayangnya kedua pajak tersebut tahun ini sudah diberlakukan opsen pajak atau ada pembagian ke kabupaten kota.
Kata Dede Rohana, karena Opsen Pajak pendapatan Pemprov Banten menurun hingga Rp1 triliun lebih. Karenanya, ia menyarankan agar kepemimpinan Andra Soni bisa menggali potensi pendapatan baru.
"Kita Komisi 3, termasuk saya sebagai anggota DPRD dari PAN akan mensuport dan sip berkoleborasi menggali potensi yang belum tergali seperti pajak alat berat, retribusi jasa labuh jangkar dan pajak air permukaan," paparnya.
"Alat berat di Provinsi Banten cukup banyak, kota industri di Cilegon, Tangerang, Kabupaten Serang," ungkap Wakil Ketua DPW PAN Banten itu.
Baca Juga: Andra Soni Tolak Mobil Dinas Land Cruiser, Pilih Mobil Pribadi Karena Alasan Ini
Ia kemudian meyinggung potensi pajak air permukaan yang bisa lebih dioptimalkan lagi. Dede Rohana menyebut Banten memiliki dua waduk yang bisa dioptimalkan.
"Tinggal dibuat water tretment, tinggal dibuat jaringan. Itu waduk karian itu salah satu waduk terbesar di Indonesia, bisa sampai ratusan juta kubik air. Harusnya bisa segera dioperasikan, dan sekarang kita sudah mendorong karena secara bangunan dari Kementerian PUPR," paparnya.
"Kalau izinnya sudah, kita bangun berarti lebih banyak lagi pengguna air baku, itu kan pajaknya masuk ke provinsi pajak air permukaan. Selain itu juga dibutuhkan oleh insustri di Cilegon, Serang, Tangerang, Jakarta bahkan hingga ke Bogor," urainya.
Selain itu, jasa labuh jangkar juga disebut Dede Rohana sebagai potensi yang bisa dibuat. Kata dia, kapal yang bersandar di Provinsi Banten begitu banyak, namun tidak mempunyai kewenangan untuk memungut pajak.
"Padahal menurut Undang-undang pemerintah daerah yang baru 0-12 mil laut itu kewenangan Provinsi Banten. Semua kapal tidak pernah kita pungut, karena masuknya pusat. Kenapa kita diberi kewenangan, tapi kita tidak bisa mengambil retribusi atau ambil pajak di situ," ujarnya.
"Jadi nanti jika diberlakukan semua kapal yang masuk ke Banten masuk (membayar retribusi). Jadi seperti bayar parkir masuk pelabuhan lah kira-kira, nah itu memang mesti kita dalami," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Andra Soni Tolak Mobil Dinas Land Cruiser, Pilih Mobil Pribadi Karena Alasan Ini
-
Resmi Menjabat Gubernur Banten, Andra Soni Pastikan Program 'Sekolah Gratis' Terealisasi
-
Dede Rohana: Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Jadi PR Besar Robinsar-Fajar
-
Ketua APDESI Kabupaten Serang Ditetapkan Jadi Tersangka, Buntut Dukung Andra Soni dan Ratu Zakiyah
-
Dewan Viral Mencak-mencak di RS Bethsaida, Minta Warga Sekitar Dipekerjakan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Datangi Gubernur, Ribuan Warga Badui Desak Kelestarian Hutan Lindung Banten Tetap Terjaga
-
Warga Banten Pemilik Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Penjelasan Wagub Dimyati
-
Momen Wali Kota Cilegon Bareng Ebiet G. Ade Iringi Refleksi HUT ke-27 Cilegon
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara