SuaraBanten.id - Sebanyak 3 calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Serang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Serang, Banten beserta ratusan simpatisan kompak menyatakan sikap untuk beralih dukungan ke paslon 02 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran), Selasa (23/1/2023) sore.
Seperti diketahui, PPP merupkan partai pengusung paslon 03 Ganjar Pranowo - Mahfud MD (Ganjar-Mahfud). Mereka menyatakan dukungannya di Posko Relawan Santri Milenial Banten, Walantaka, Kota Serang, Banten.
Ketiga caleg dari PPP itu yakni, Tuti Alawiyah caleg DPRD Kabupaten Serang, Rokib caleg DPRD Kabupaten Serang dan Tamami Muhriji caleg DPRD Kabupaten Serang.
"Kami Tuti Alawiyah caleg PPP DPRD Kabupaten Serang dapil 1 nomor urut 2, kami Haji Rokib caleg DPRD Kabupaten Serang dapil 2 nomor urut 4, kami Tamami Muhriji caleg DPRD Kabupaten Serang dapil 4 nomor urut 2 dan para kader PPP dan relawan," kata ketiga caleg membacakan pernyataan bersama-sama.
"kami siap masing-masing dapil di Kabupaten Serang Banten siap mendukung Santri Milenial Banten, bersumpah untuk bersama-sama memilih dan memenangkan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran, deklarasi dukungan ini kami sampaikan atas dasar hati nurani dan tidak ada paksaan dari pihak manapun," kata ketiga caleg diikuti oleh ratusan relawan.
Salah satu caleg DPRD Kabupaten Serang dari PPP, Tuti Alawiyah mengungkap alasannya mengalihkan dukungan dari Ganjar-Mahfud ke Prabowo-Gibran lantaran mengikuti hati nurani sebagai pendukung sejati Prabowo sejak Pemilu 2014 lalu.
"Yang jelas ini panggilan hati nurani, dan juga visi misi Prabowo-Gibran itu pembangunan berkelanjutan, itu saja alasannya. Perlu diketahui saya ini sebelumnya kader Golkar dari tahun 2014 itu saya dukung Prabowo, kemudian saya di (pemilu) 2019 juga dukung Prabowo, artinya saya konsisten dukung Prabowo," kata Tuti.
Tuti mengaku, keputusannya mendukung Prabowo-Gibran belum diketahui oleh para pengurus PPP, sehingga dirinya pun siap menerima konsekuensi pemecatan lantaran berbeda dengan kebijakan partai yang mengusung Ganjar-Mahfud.
"Siap, inshaallah siap (nerima konsekuensi), kita ikutin aja dulu mekanismenya (kalau harus dipecat)," ujarnya.
Baca Juga: Tergiur Upah Besar dan Sabu Gratis, Satpam di Serang Jadi Pengedar Narkoba
Hal senada turut disampaikan caleg DPRD Kabupaten Serang dari PPP lainnya, Tamami Muhriji yang mengaku merupakan pendukung militan Prabowo sejak Pemilu 2014 lalu.
Ia mengaku, keputusannya lebih memilih mendukung Prabowo-Gibran dibandingkan Ganjar-Mahfud lantaran tak sejalan dengan hati nuraninya.
"Lebih ke hati nurani, kalau alasan lain ga ada. Ini soal hati, tidak ada pandangan lain. Tadinya udah senang pecak bandeng ya pecak bandeng aja, jadi ga senang makanan yang lain, umpamanya gitu," kata Tamami.
Untuk itu, ia pun dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk menerima segala konsekuensi yang akan dijatuhkan oleh PPP terhadapnya atas pernyataan sikap untuk mendukung Prabowo-Gibran, termasuk di PAW bila nanti terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang.
"Itu konsekuensi politik, jangankan ini (beralih dukungan), yang ga ada salah aja bisa kena PAW, itu hal biasa di politik," ungkapnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Santri Milenial Banten KH Matin Syarkowi mengaku dirinya tidak pernah melakukan provokasi terhadap setiap caleg atau kader partai untuk mengalihkan dukungannya ke Prabowo-Gibran.
Berita Terkait
-
Tergiur Upah Besar dan Sabu Gratis, Satpam di Serang Jadi Pengedar Narkoba
-
Siswa SDN Kepuh Dipulangkan Karena Terganggu Bau Gas Kimia di Cilegon
-
Siswa MTs Dikeroyok Pelajar SMP di Cikande Serang, Dibacok Hingga Luka-luka dan Trauma
-
Mau Belanja Kebutuhan Harian ke MR DIY di Cilegon, Catat Lokasinya
-
20 Daftar Lokasi Kantor Pos Indonesia di Tangerang Banten, Lengkap dengan Jam Operasi
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon
-
Pertahankan Opini WTP, Pemkot Cilegon Catat Peningkatan Tata Kelola Keuangan