SuaraBanten.id - Sebuah lapak barang bekas dan satu unit rumah seluas 900 meter persegi di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (27/10/2023) siang sekira pukul 14.45 WIB ludes terbakar.
Kebakaran lapak barang bekas dan bangunan rumah di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten itu sempat mengakibatkan kepanikan warga setempat.
Berdasarkan pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), tampak ratusan warga memadati lokasi kebakaran untuk membantu petugas pemadam kebakaran menangani dan memadamkan api.
Salah satu warga sekitar, Roziudin (34) mengungkapkan, awal mula kebakaran diduga karena pembakaran sampah di sekitar lokasi lapak barang bekas sehingga api mengenai barang-barang di dalamnya.
"Awalnya ada pembakaran sampah di ujung lokasi lapak. Namun, karena waktu itu angin kencang api pun merembet ke barang-barang yang ada di dalam lapak itu," kata Roziudin dilasir dari Antara.
Kata dia, korban api yang melalap lapak barang bekas itu begitu cepat menyebar ke seluruh lokasi. Karena hembusan angin cukup kencang, api bahkan merembet hingga membakar satu unit gudang dan rumah yang berada di sekitar.
"Api cepat merambat ke seluruh lapak begitu juga gudang dan rumah pemilik ikut terbakar. Ditambah, api semakin besar karena angin," ungkapnya.
Tak lama petugas pemadam kebakaran langsung berupaya memblokade kobaran api agar tidak merambah ke bangunan lain dan permukiman warga sekitar.
Kobaran api lapak barang bekas, gudang dan rumah itu berhasil dipadamkan selama sekira dua jam atau sekira pukul 16.25 WIB. Pemadaman lokasi kebakaran itu memerlukan enam unit mobil pemadam dan belasan petugas.
Baca Juga: Banten Rawan Politik Uang di Pemilu 2024, Ada di Urutan 4 Nasional
"Kita dalam hal ini mengerahkan enam unit mobil, dua di antaranya dibantu dari kawasan Industri, sisanya dari BPBD Kabupaten Tangerang," papar Danton Mako BPBD Kabupaten Tangerang Andi Lala.
Andi Lala mengungkapkan insiden kebakaran itu tidak menyebabkan korban jiwa ataupun luka. Meski demikian, pemilik lapak barang bekas dan rumah itu ditaksi mengalami kerugian gingga miliaran rupiah.
"Untuk korban jiwa nihil, hanya saja pemilik alami kerugian kisaran miliaran rupiah," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Hasan Nasbi Buka Alasan Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Bukan Terapis Keluarga: Ketika Guru Juga Diminta Memperbaiki Luka di Rumah
-
Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Serbuan Wartawan Bikin Anak Walikota Serang Malu dan Sembunyi Saat Diantar Sekolah
-
Bikin Haru, Cerita Ayah di Serang Ini Rela Bangun Subuh Demi Antar Anak Hari Pertama SD
-
Bingung Cari Uang Nikah, Pemuda 25 Tahun Nekat Tusuk Leher Ojol yang Sedang Tidur di Tangerang
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger