SuaraBanten.id - Pria berinisial SW alias Bakul warga Desa Penyebaran, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten yang diduga merupakan pembuat dan pengedar uang palsu dibekuk polisi. Menurut pengakuan pelaku, uang palsu yang ia buat disebarkan di sekitar wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Pelaku diringkus Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Serang di wilayah Tangsi, Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, Senin (28/11/2022).
Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan, dari hasil pemeriksaan, SW mengaku pembuatan upal dilakukan di sebuah kandang ayam yang sudah kosong di daerah dirinya tertangkap.
“Dari hasil keterangan pelaku, untuk uang palsu yang sudah jadi telah diedarkan (dibelanjakan) di wilayah Rangkas Bitung,” jelas Yudha melalui keterangannya, Rabu (30/11/. 2022).
Saat penangkapan pelaku, polisi mendapati uang palsu yang sudah jadi dengan total Rp1,4 juta, uang palsu setengah jadi dan alat-alat pembuatnya di dalam tas selempang berukuran sedang yang disimpan pelaku di bagasi motor.
Polisi kemudian menggeledah tempat pembuatan uang palsu dan menemukan alat-alat pembuat uang palsu yakni, 1 unit printer untuk mencetak uang palsu, 1 buah kaca berukuran sedang untuk alas pemotong uang palsu serta 1 lembar kardus berukuran sedang untuk alas merekatkan uang asli dan uang palsu.
Polisi juga mengamankan 22 lembar uang palsu yang sudah jadi pecahan Rp100 ribu serta 68 lembar uang palsu yang belum dipotong (belum jadi) dalam pecahan Rp100 ribu.
“Sementara modus yang dilakukan tersangka merusak uang dengan cara membelah uang asli 1 lembar menjadi 2 bagian yang kemudian ditempelkan dengan uang palsu pecahan Rp100 ribu yang sudah disiapkan,” kata Yudha.
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Serang AKP Dedi Mirza mengimbau masyarakat lebih hati-hati terhadap peredaran uang palsu. Ia juga meminta warga jika menemukan indikasi adanya uang palsu segera melaporkannya ke Polisi.
Baca Juga: UMK Tangerang 2023 Diusulkan Naik 7,48 Persen, Jika Disepakati Besarannya Jadi Segini
“Kami harapkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan. Dan segera laporkan jika menemukan uang palsu atau sejenisnya kepada Polisi,” kata Dedi.
Atas perbuatanya SW dijerat dengan Pasal 36 Ayat (1), Ayat (2), Ayat (3) Undang undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.
Berita Terkait
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
-
Pasca Kebakaran KMP Batumandi, Tim SAR Lakukan Pendinginan di Merak
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu