SuaraBanten.id - Mengantisipasi warga Lebak, Banten yang dikabarkan akan ikut dalam aksi unjuk rasa penolakan Jokowi 3 periode Polres Lebak melakukan penyekatan di Stasiun Rangkasbitung, Minggu (10/4/2022).
Terkait kabar tersebut, polisi merespons dan bergerak cepat dengan melakuan pengetatan di pintu masuk Stasiun Rangkasbitung.
Dikonfirmasi terkait penyekatan tersebut, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan, pengamanan kali ini tidak ada hubungannya dengan rencana aksi besok, namun sesuai dengan perintah Kapolda Banten kegiatan itu sebagai mengantisipasi otentik gangguan Kamtibmas.
“Maka kami jajaran pejabat Polda Banten diperintahkan untuk melakukan atensi ke setiap Polres jajaran di Banten untuk melakukan pengamanan,” kata Shinto Silitonga saat ditemui di Stasiun Rangkasbitung, Minggu (10/4/2022) malam dikutip dari Bantennews.co.id (Jaringan SuaraBanten.id).
Kata Shinto, Stasiun Rangkasbitung berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas, karena mengingat ramainya aktivitas masyarakat baik yang dari Lebak ke Jakarta maupun sebaliknya sangat berpotensi akan adanyan gangguan kamtibmas.
“Kita bersyukur hari ini pemberangkatan terakhir dari Rangkasbitung ke Parung Panjang berjalan lancar, tidak ada kendala,” ucapnya.
Shinto memaparkan, pengamanan akan dilakukan sampai Senin (11/4/2022) pagi, dimulai dari pukul 02.00 WIB dini hari hingga 07.00 WIB.
“Karena besok puncak kegiatan masyarakat, sejak pagi kami juga akan melakukan pengamanan kegiatan,” ujarnya.
Shinto menambahkan, tujuan berada di Stasiun Rangkasbitung adalah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang akan menuju Jakarta untuk melakukan kegiatan besok.
“Maka itulah tujuan kami hadir disini, kita berinteraksi langsung dengan petugas lokal dan juga masyarakat yang akan berkegiatan besok,” katanya.
Perlu diketahui dalam pemeriksaan di Statsiun Rangkasbitung ada salah satu penumpang yang sempat dipulangkan lagi, karena di dalam tas penumpang tersebut ada bendera salah satu organisasi kemahasiswaan.
Tag
Berita Terkait
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Cek Titiknya! Ini Lokasi 4 Aksi Demo di Jakarta Pusat yang Dijaga Ketat 687 Polisi
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Ayah Kritis, Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV
-
Ekosistem Merchant BRI Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Naik 76 Persen