SuaraBanten.id - Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh jurnalis senior Edy Mulyadi berujung panjang. Kini polisi sudah menaikkan kasusnya ke penyidikan terkait pernyataan Kalimantan 'tempat jin buang anak'
Kuasa hukum Edy Mulyadi yakni Herman Kadir mengatakan, bahwa pihaknya akan mendatangi Kalimantan langsung untuk meminta maaf secara hukum adat.
Namun, ketua adat tidak menjamin keamanan jika Edy Mulyadi datang ke Kalimantan. Sebab, warga dinilai sudah sakit hati dan kecewa atas pernyataannya tersebut.
“Kita disuruh datang ke sana, Pak Edy-nya ke Kalimantan, ya bukan nggak mau, ya, berani-berani saja,” ujarnya mengutip dari Terkini -jaringan Suara.com, Sabtu (29/1/2022).
Akan tetapi, kata Herman, Edy Mulyadi meminta jaminan keamanan dirinya jika ia datang ke Kalimantan.
“Sekarang siapa yang berani menjamin keamanannya ke Kalimantan itu, katanya hukum adatnya harus ke Kalimantan minta maaf, silakan saja saya bilang, tapi siapa yang menjamin keamanan di sana. Mau dia datang ke sana, tapi minta jaminan keamanan,” tuturnya.
Kuasa Hukum Edy Mulyadi itu pun mengklaim bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan ketua adat Dayak.
Menurutnya, ketua adat Dayak meminta agar Edy Mulyadi datang langsung ke Kalimantan untuk menyelesaikan persoalan. Namun, Herman kembali menegaskan bahwa kliennya menginginkan jaminan keamanan.
“Ada permintaan ketua adat yang mantan Wali Kota Samarinda, dia bilang datang ke sana, sudah dikontak kita sudah kontak beliau suruh datang ke sana memang. Sudah ada (komunikasi), dengan ketua adat masyarakat Dayak se-Kalimantan, sudah ada kita,” ungkapnya.
Baca Juga: Jubir Aliansi Borneo Bersatu: Edy Mulyadi Tergantung Keputusan Hukum Adat Nanti
Terkait jaminan keamanan terhadap Edy Mulyadi jika kliennya itu mendatangi Kalimantan, Herman pun mengungkapkan bahwa ketua adat Dayak tidak berani menjamin keamanan Edy.
“Beliau oke, tapi ya itu tapi nggak berani jaminan keamanannya gimana. Kedua harus bayar adat, bayar adat itu kayak apa, denda adat tuh kayak apa, itu yang belum dibicarakan," tukasnya.
Berita Terkait
-
Jubir Aliansi Borneo Bersatu: Edy Mulyadi Tergantung Keputusan Hukum Adat Nanti
-
Kekeh, Aliansi Borneo Bersatu Tetap Minta Edy Mulyadi Disidang dan Dihukum Secara Adat: Itu adalah Merupakan Keharusan
-
Abu Janda Singgung Edy Mulyadi Penjarakan Ahok: Karma Itu Instan!
-
Mangkir Panggilan Polisi Kasus Ujaran Kebencian, Edy Mulyadi Beralasan Ini
-
Siapa Nicho Silalahi? Aktivis yang Sebut Perempuan Kalimantan Dijual dan Dijadikan Budak Seks di China
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi