SuaraBanten.id - Banyak pejabat Banten positif COVID-19. Bahkan Gubernur Banten Wahidin Halim positif COVID-19. Juru Bicara Gubernur Banten, Ujang Giri memastikan kondisi orang nomor satu di Provinsi Banten itu dalam kondisi baik meski terpapar Covid-19.
Wahidin Halim positif COVID-19 sebagai orang tanpa gejala. Gubernur Banten kini tengah menjalan isolasi mandiri dirumah dinas Gubernur di Jalan Ahmad Yani, Sumur Pecung, Kota Serang. Dirinya menjelaskan, jika Gubernur tertular virus corona dari ajudan yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19.
Ugi memastikan kondisi Gubernur saat ini dalam keadaan sehat menghabiskan waktu pagi dirumah dinas sesekali berolahraga dan berjemur dibawah matahari.
Sebelumnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) secara resmi mengumumkan dirinya terkonfirmasi Covid-19. Kepastian itu berdasarkan hasil swab PCR yang keluar pada Rabu (23/6/2021) lalu.
Dikatakan WH, hasil pemeriksaan tes swab PCR diperoleh angka CT atau Cycle Thresholdnya 35.19 sehingga tidak mengalami gejala apapun.
“Iya hari Rabu positif Covid-19, bergejala ringan. Partikel yang masuk sedikit,” kata WH.
WH menjelaskan, dirinya saat ini masih bisa beraktifitas dengan normal bahkan setiap hari sering berolahraga karena tidak mengalami gejala seperti orang yang terpapar Covid-19. Dirinya mengaku, saat ini menjalani isolasi mandiri dirumah dinas yang berada di jalan Ahmad Yani, Kota Serang.
Orang nomor satu di Banten ini meminta doa kepada seluruh warga Banten untuk kesembuhan dirinya.
“Istirahat 4 hari sekarang baik baik aja, besok mau di Swab untuk memastikan negatif, doakan yah,” tandasnya.
Baca Juga: Vaksinasi COVID-19 Gratis di Terminal Cipocokjaya Serang Membludak, Antre Suntik Dempetan
Penyebaran Covid-19 kembali masuk lingkungan pemerintahan Provinsin Banten.
“Sekarang (Plt Kepala) Inspektorat kena (covid), dindik kena. Sekarang diperketat lagi WFH (work from home). Udah mulai nyebar lagi dipeemrintahan, tulis gede-gede,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengurangi jumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kantor/Work From Office (WFO) untuk menekan penyebaran dan penularan virus Covid-19 yang saat ini cenderung meningkat.
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Banten Nomor :800/1421-BKD/2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dan Batasan Pergi Keluar Daerah Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten tanggal 25 Juni 2021, Pemprov Banten menerapkan tugas kedinasan di Kantor (Work From Office/WFO) sebanyak 10% dari jumlah pegawai masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk OPD yang memiliki Unit Pelayanan Teknis (UPT)/Balai/Cabang Dinas menerapkan tugas kedinasan di Kantor sebanyak 25 persen. Selebihnya bisa melaksanakan tugas kedinasan di rumah (Work From Home/WFH).
Kebijakan penerapan tugas kedinasan di kantor dan di rumah Pemprov Banten itu, berlaku sejak 28 Juni 2021 hingga 09 Juli 2021.
Kebijakan itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2021 Tanggal 19 Januari 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan
Berita Terkait
-
Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel
-
BPBD Lebak Naikkan Status Siaga Banjir, Warga di Bantaran Sungai Ciujung Diminta Waspada
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Gubernur Banten: Tingkat Pengangguran Masih Tinggi, Penataan Ulang Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas
-
UMK Tangerang Tertinggi, Ini Daftar Upah Kota dan Kabupaten di Banten 2026
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Drama Penangkapan Pasutri 'Manusia Kapsul' Pembawa Sabu di Bandara Soetta
-
Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel