SuaraBanten.id - Badan Nasional Penangguhan Bencana (BNPB) mendesak Pemkab Pandeglang untuk segera mempercepat proses pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban Tsunami Banten. Desakan tersebut disampaikan karena bantuan hibah dari pemerintah pusat telah dikucurkan ke Pemkab Pandeglang pada akhir Desember 2019 lalu senilai Rp 75 miliar.
Anggaran tersebut rencananya bakal digunakan untuk membangun 706 huntap, satu jembatan dan beberapa ruas jalan.
Deputi Rekontruksi dan Rehabilitasi BNPB Rifai mengatakan, program pemulihan korban tsunami yang diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) jangan sampai terkendala dengan persoalan administrasi.
"Tadi saya sampaikan kepada bupati, pemerintah jangan dikendali oleh masalah administrasi, karena uang sudah ada. Perpres mengatur penyelenggaraan lelang. Saya ingin sampaikan tetap ada beberapa toleransi dan dispensasi kemungkinan ada percepatan khusus untuk (pembangunan huntap) 706 ini," ungkap Rifai di Ruang Garuda Bupati Pandeglang pada Rabu (12/2/2020).
Rifai berharap pembangunan huntap bisa dilaksanakan sebelum Ramadan, karena ratusan jiwa korban tsunami sudah hampir satu tahun lebih tinggal di hunian sementara (Huntara) dengan berbagai risiko kesehatan.
"Paling tidak bupati memperkuat percepatan pembangunan untuk huntap untuk segera. Kami berharap sebelum Ramadan sudah dimulai. Katakan lah (sebelum) pilkada ini sudah selesai," ujarnya.
Huntap korban tsunami Banten akan dibuat rumah instan, berdasarkan pengalaman BNPB di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, pembangunannya dalam satu unit bisa selesai dalam 10 hari dan sebanyak 607 Huntap di Pandeglang bisa selesaikan dalam waktu tiga bulan.
"Saya dorong enggak usah ragu-ragu lagi. Uang sudah ada, kekuatan ada di bapak (menyebutkan Kepala BPBD Pandeglang) jangan masalah administrasi terganggu. Tadi ibu bupati bilang jadi paranoid, enggak boleh itu. Kami dari pemerintah pusat sangat mendukung," katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pelaksanaan pembangunan huntap bisa dipercepat karena berkaitan dengan kebencanaan, sehingga bisa ada toleransi untuk dipercepat salah satunya dilakukan dengan Penunjukan Langsung (PL) sesuai saran dari BNPB.
Baca Juga: Miris, Cerita Korban Tsunami Banten Terserang Stroke di Huntara Sumur
Menurutnya, jika proses dilelang akan memakan waktu yang cukup lama, sebab Detail Engineering Design (DED) hampir dua bulan.
"Kalau melewati proses lelang seperti biasa akan memakan waktu. Membuat DED saja butuh dua bulan, sehingga kemungkinan baru bisa lelang bulan Mei. Kan kelamaan. Sehingga BNPB memberi masukan karena ada Perlem LKPP Nomor 18 kalau tidak salah yang mengatur eks spesialis yang mengatur sifatnya kebencanaan," katanya.
Irna mengaku awalnya khawatir menggunakan anggaran tersebut bisa dikemudian hari menjadi temuan. Untuk itu supaya pelaksanaan Huntap bisa dilakukan dengan cara PL, Pemkab Pandeglang akan segera berkoordinasi dengan LKPP.
"Namun kami ingin memastikan alas haknya supaya bisa PL. Karena pejabat kami khawatir semua akan menjadi temuan. Jadi kami akan segera berkoordinasi dengan LKPP."
Kontributor : Saepulloh
Berita Terkait
-
Miris, Cerita Korban Tsunami Banten Terserang Stroke di Huntara Sumur
-
Kisah Korban Tsunami Banten Terserang Stroke di Huntara Sumur
-
Warga Korban Tsunami Banten Desak Pemkab Perhatikan Lingkungan Huntara
-
Kronologis Bocah Korban Tsunami Banten yang Meninggal karena DBD di Huntara
-
Kisah Korban Tsunami Selat Sunda Tinggal di Huntara yang Memprihatinkan
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Jalan Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Lebak Pedalaman: Kami Merasa Belum Merdeka di Tanah Sendiri
-
Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks
-
Dear Pelajar! Ada Bus Sekolah Gratis di Tangsel Besok Pagi
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri