"Disana ada hutan mangrove dan juga ilalang yang bagus untuk foto. Kalau sore biasanya lebih ramai pengunjungnya," ucapnya.
Dia berharap dengan adanya tempat wisata yang dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar ini tidak dirusak. Selain itu lokasi yang jauh dari pemukiman warga ini diharapkan tidak dijadikan tempat mesum bagi muda mudi.
"Ya semoga saja sampahnya dijaga, terus juga harus dipantau karena tidak sedikit pasangan muda mudi yang memanfaatkan lokasi ini untuk hal yang tidak baik," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kramat Nur Alam menjelaskan ihwal terbentuknya fenomena alam tanah retak ini terbentuk sejak enam bulan lalu.
"Awalnya dari enam bulan lalu, saat Sungai Cisadane meluap dan menjebol bendungan yang tak jauh dari kawasan Pantai Anom. Lalu, aliran luapan sungai membawa lumpur dan naik ke pantai tersebut," ucapnya.
Kata dia, tadinya kawasan tersebut hanya pasir pantai biasa. Namun begitu akibat luapan sungai Cisadane lumpur yang ada di sekitar tercampur dengan pasir.
"Nggak lama kemarau datang. Hujan berhenti sejenak mengguyur kawasan tersebut, yang membuat pasir pantai bercampur lumpur itu mengeras. Lama kelamaan retak dan gersang," jelasnya.
Kontributor : Muhammad Iqbal
Baca Juga: Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang